Tahun ini, pasar digelar di pelataran parkir Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol. Selain menjadi destinasi kuliner, pasar ini juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di Kota Padang.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Padang, Didi Aryadi, menegaskan komitmen Pemko Padang dalam mendukung sektor UMKM, khususnya selama Ramadan.
"Pasar Pabukoan bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi bagi pedagang kecil. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati berbagai pilihan makanan berbuka dengan harga terjangkau, sementara pedagang mendapatkan manfaat ekonomi yang maksimal," ujarnya.
Sebanyak 40 pedagang telah siap menyajikan aneka takjil dan makanan berbuka puasa. Untuk kenyamanan pengunjung, Dinas Perdagangan Kota Padang telah menata lokasi agar lebih tertib dan bersih. Pasar ini berlangsung hingga 29 Maret 2025 dengan harapan meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
"Mari kita jadikan Pasar Pabukoan sebagai tempat yang nyaman dan penuh berkah. Kami mengimbau pedagang untuk menjaga kualitas makanan serta menetapkan harga yang wajar agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati sajian berbuka dengan baik," tambah Didi Aryadi.
Tak hanya sebagai tempat berbelanja, Pasar Pabukoan juga menghadirkan berbagai kegiatan religi, seperti lomba azan, membaca Al-Qur'an, tausiah, serta lomba busana muslim tingkat SD.
Menurut Didi Aryadi, kegiatan ini bertujuan menjadikan pasar lebih dari sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai wadah memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan di bulan suci.
"Kami ingin masyarakat yang datang ke Pasar Pabukoan tidak hanya berbelanja, tetapi juga merasakan atmosfer Ramadan yang penuh berkah. Dengan adanya berbagai kegiatan religi, pasar ini semakin semarak dan memberi manfaat lebih luas, khususnya dalam membangun karakter generasi muda," ungkapnya. (*)
Editor : Hendra Efison