Intensitas hujan yang terjadi sejak siang hingga malam hari berkisar dari sedang hingga tinggi, disertai hembusan angin kencang. Peristiwa ini mengakibatkan gangguan signifikan pada infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, mengonfirmasi kejadian longsor kepada padek.jawapos.com.
Menurut keterangannya, laporan pertama kali masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang sekitar pukul 18.45 WIB, tepatnya pada saat waktu berbuka puasa.
"Kronologi awal kejadian bermula dari tumbangnya pohon besar akibat kombinasi hujan lebat dan angin kencang. Pohon yang tumbang membawa serta material tanah dan batu, menyebabkan longsor yang menghalangi akses jalan utama Padang-Solok," ujarnya.
Pihak BPBD telah mengambil langkah antisipasi dengan mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat untuk menurunkan alat berat di lokasi kejadian.
"Proses pembersihan dan penanganan sedang berlangsung untuk memulihkan aksesibilitas jalan," ungkap Al Banna.
Dampak cuaca ekstrem ini tidak hanya terbatas pada satu lokasi. Tercatat sebanyak 22 titik lokasi di Kota Padang mengalami kejadian pohon tumbang. Dari total kejadian tersebut, pihak BPBD Kota Padang telah menangani 13 titik, dengan 9 titik sisanya masih dalam proses penanganan.
Masyarakat disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait kondisi cuaca dan infrastruktur jalan. Diharapkan proses pembersihan dan perbaikan dapat segera diselesaikan untuk mengembalikan mobilitas normal warga.
"Kondisi lalu lintas saat ini masih terhambat, dengan badan jalan Padang-Solok terputus akibat longsor dan tumbangnya pohon. Alat berat sedang dalam perjalanan menuju titik kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan," pungkasnya. (*)
Editor : Hendra Efison