Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyampaikan bahwa rangkaian pergeseran posisi ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi organisasi dan penguatan institusi kepolisian secara menyeluruh.
"Pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, ini juga merupakan komponen penting dalam pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme setiap anggota," jelas Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan resminya pada Kamis (13/3/2025).
Berdasarkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi kepolisian, pergeseran jabatan ini terbagi dalam enam surat telegram dengan rincian sebagai berikut:
1. ST/488/III/KEP./2025 yang mencakup 111 personel
2. ST/489/III/KEP./2025 yang menyentuh 442 personel
3. ST/490/III/KEP./2025 dengan 261 personel
4. ST/491/III/KEP./2025 melibatkan 153 personel
5. ST/492/III/KEP./2025 berdampak pada 202 personel
6. ST/493/III/KEP./2025 yang mencakup 86 personel
Dari keseluruhan 1.255 anggota yang mengalami pergeseran posisi, sebanyak 881 personel mendapatkan promosi jabatan. Ini menunjukkan bahwa mayoritas mutasi kali ini bernuansa peningkatan karier bagi para perwira Polri.
Di jajaran pucuk pimpinan, dua Perwira Tinggi (Pati) dipercaya untuk mengisi jabatan strategis di Markas Besar Polri. Irjen Pol Anwar diangkat sebagai Asisten SDM Kapolri, sementara Irjen Pol Suwondo Nainggolan menjabat sebagai Asisten Logistik Kapolri.
Dalam gelombang mutasi ini, 10 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru juga ditunjuk. Di antaranya Brigjen Pol Mardiyono yang kini memimpin Polda Bengkulu, Irjen Pol Rusdi Hartono yang dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, dan Irjen Pol Drs. Nanang Avianto yang mendapat amanah sebagai Kapolda Jawa Timur.
Selain itu, pergeseran jabatan juga mencakup promosi untuk 6 Irjen Pol dan 33 Brigjen Pol ke posisi baru, serta nivelering jabatan untuk 288 Kombes Pol. Sebanyak 205 AKBP kini ditugaskan sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di berbagai wilayah Indonesia.
Pergantian Kepemimpinan di Wilayah Sumatera Barat
Salah satu wilayah yang mengalami cukup banyak perubahan kepemimpinan adalah Sumatera Barat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/489/III/KEP./2025, terdapat pergantian pimpinan di sejumlah satuan kepolisian di provinsi tersebut.
AKBP Apri Wibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Bukittinggi, kini dipercaya untuk memimpin Polresta Padang. Ia menggantikan Kombes Ferry Harahap yang ditugaskan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jabatan baru sebagai Kepala Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda NTT.
Baca Juga: Penertiban Kawasan Wisata, Pedagang Pantai Carocok Painan Temui Bupati Hendrajoni
Posisi Wakapolresta Bukittinggi yang ditinggalkan AKBP Apri Wibowo akan diisi oleh AKBP Bagus Ikhwan Christian, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Dharmasraya.
Pergeseran tersebut memicu efek domino, di mana posisi Kapolres Dharmasraya yang ditinggalkan AKBP Bagus Ikhwan Christian akan diisi oleh AKBP Purwanto Hari Subekti, saat ini Kapolres Sawahlunto. Selanjutnya, jabatan Kapolres Sawahlunto akan diserahkan kepada AKBP Simon Yana Putra, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Tanahdatar.
AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, saat ini Kepala Yanma Waketbidminwa STIK Lemdiklat Polri, akan mengisi posisi Kapolres Tanah Datar, menggantikan AKBP Simon Yana Putra.
Pergeseran jabatan di Sumatera Barat juga menyentuh Polres Pasaman, di mana AKBP Yudho Huntoro dimutasi menjadi Wadirlantas Polda Sumbar. Jabatan Kapolres Pasaman selanjutnya akan diemban oleh AKBP Agus Hidayat, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Agam.
Untuk mengisi kekosongan posisi Kapolres Agam, AKBP Muari yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Solok dipercaya untuk mengemban amanah tersebut. Sementara itu, posisi Kapolres Solok yang ditinggalkan AKBP Muari akan diisi oleh AKBP Agung Pranajaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Sumbar.
Mutasi besar-besaran kali ini tidak hanya mencakup promosi jabatan. Terdapat pula 74 personel yang berangkat menempuh pendidikan, 88 personel yang baru menyelesaikan pendidikan, dan 77 personel yang ditugaskan untuk menjalani tugas khusus (Gassus).
Di samping itu, 51 personel dikukuhkan dalam jabatan baru mereka, sementara 63 personel memasuki masa pensiun setelah mengabdi selama bertahun-tahun dalam institusi kepolisian.
Aspek menarik dari mutasi kali ini adalah peningkatan signifikan peran polisi wanita (Polwan) dalam struktur kepemimpinan Polri. Sebanyak 57 Polwan mendapatkan promosi jabatan, dengan 10 di antaranya dipercaya untuk menduduki posisi Kapolres.
Beberapa nama yang menonjol di antaranya adalah AKBP Kadek Citra Dewi yang kini menjabat sebagai Kapolres Jembrana, Polda Bali; AKBP Veronica yang memimpin Polres Salatiga, Polda Jateng; dan AKBP Heti Patmawati yang dipercaya sebagai Kapolres Lampung Timur, Polda Lampung.
"Polwan memiliki peran yang semakin strategis dalam kepemimpinan di Polri. Promosi ini menunjukkan bahwa Polri terus memberikan ruang bagi Polwan untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas," tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Rangkaian mutasi ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat institusi dan meningkatkan efektivitas kinerja di berbagai lini. Melalui rotasi dan promosi jabatan, Polri berharap dapat mengoptimalkan potensi setiap anggotanya sekaligus menyegarkan dinamika organisasi.
"Kami ingin memastikan Polri tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan. Mutasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat organisasi agar semakin profesional dalam melayani masyarakat," tutup Irjen Pol Sandi Nugroho. (*)
Editor : Hendra Efison