Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Waspada Peredaran Uang Palsu, Pedagang Sembako di Bandarbuat jadi Korban

Shyntia Aprizani • Jumat, 14 Maret 2025 | 16:00 WIB

WASPADA UPAL: Wagub Sumbar Vasco Ruseimy saat memegang uang palsu yang bikin heboh pedagang dan pengunjung Pasar Bandarbuat, Padang, Kamis (13/3).(SHYNTIA/PADEK)
WASPADA UPAL: Wagub Sumbar Vasco Ruseimy saat memegang uang palsu yang bikin heboh pedagang dan pengunjung Pasar Bandarbuat, Padang, Kamis (13/3).(SHYNTIA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Peredaran uang palsu bikin heboh masyarakat di Pasar Bandarbuat, Kota Padang, Kamis (13/3). Salah seorang pedagang sembako mengaku menjadi sasaran pengedar uang palsu tersebut dengan modus berpura-pura menjadi pembeli.

Korban diketahui bernama Jasni. Dia menjadi korban dari orang tak dikenal yang membeli dagangannya menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu yang belakangan disadarinya palsu.

Penipuan yang dialaminya itu diadukan Jasni kepada Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy yang kebetulan tengah inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran Pemprov Sumbar di pasar tersebut.

Jasni menuturkan, dirinya kedatangan seorang pembeli yang tidak dikenal dan belanja sembako seharga Rp 20 ribu. Sang penipu memberikan uang pecahan Rp 100 ribu dan diberi kembalian oleh korban Rp 80 ribu.

“Saya tidak menyadari bahwa uang itu palsu. Setelah transaksi selesai, pembeli itu langsung pergi. Baru kemudian saya sadar bahwa uang tersebut tidak asli,” kata Jasni yang langsung memberikan uang palsu yang diperolehnya itu ke Wagub Vasco.

Uang pecahan Rp 100 ribu itu, lanjutnya, sangat berbeda dengan uang asli yang sering diterimanya. Ia meyakini palsu karena berwarna pudar dan tidak memiliki garis penanda Bank Indonesia (BI). Kejadian ini sontak membuat para pedagang dan pengunjung Pasar Bandarbuat merasa resah.

Wagub Sumbar Vasco Ruseimy yang menerima aduan itu berjanji akan melibatkan pihak kepolisian untuk menelusuri peredaran uang palsu yang telah meresahkan masyarakat setempat. Wagub mengingatkan masyarakat agar ke depan lebih berhati-hati dan waspada terkait peredaran uang palsu ini.

“Iya, kita sudah lihat tadi bagaimana seorang pedagang dan masyarakat menemukan uang palsu. Hal ini adalah tindakan yang sangat tidak terpuji. Pembeli memberikan uang Rp 100.000 dan dikembalikan sisanya Rp 80.000. Ini adalah bentuk penipuan yang harus dihentikan,” sesal Vasco.

Menurut Wagub, dalam kasus peredaran uang palsu memang umumnya mengincar para pedagang, terutama di pasar-pasar dengan memanfaatkan kondisi ramai. Untuk itu, Wagub mengingatkan masyarakat, khususnya pedagang, lebih berhati-hati saat menerima uang dalam transaksi.

“Ini sangat merugikan pedagang kecil. Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat ini, kita akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Bank Indonesia untuk menyelidiki peredaran uang palsu ini. Siapa pun yang terbukti sengaja menyebarkan uang palsu atau melakukan penipuan dengan menggunakan uang palsu akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Wagub.

Senada, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman, yang turut hadir di lokasi kejadian, juga meminta agar masyarakat, terutama pedagang, lebih teliti dalam memeriksa uang yang diterima, baik dengan cara meraba, melihat, maupun merasakan perbedaan antara uang asli dan palsu.

“Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk memeriksa uang yang diterima, agar tidak rentan tertipu uang palsu ini. Jika masyarakat sudah berhati-hati, kita yakin peredaran uang palsu bisa berkurang dan tidak merugikan banyak pihak,” ujar Eviyandri Rajo Budiman. (shy)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #Vasco Ruseimy #uang palsu #Bandarbuat