Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Silek Tradisi Wajib di SMA Sumbar, Pemprov Tegaskan Pendidikan Berbasis Budaya Lokal

Hendra Efison • Kamis, 17 April 2025 | 10:59 WIB

Ilustrasi silat/silek. (OpenAI)
Ilustrasi silat/silek. (OpenAI)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sumatera Barat tak hanya memacu pembangunan fisik dan penyusunan kurikulum modern, tapi juga serius menanamkan nilai-nilai budaya lokal dalam sistem pendidikannya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui kebijakan terbaru mewajibkan ekstrakurikuler Silek Tradisi di seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah tersebut.

Langkah ini diungkap langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2026 yang digelar Kamis, 17 April 2025.

“Sedikit tentang budaya, memang ada hal-hal yang perlu kita perkuat lagi. Kita tidak akan lupa budaya kita,” ujar Vasko, yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua IPSI Sumbar.

Silek Tradisi, seni bela diri khas Minangkabau yang sarat nilai filosofis dan etika hidup, kini resmi menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa di sekolah.

Vasko menegaskan bahwa kebijakan ini sudah melalui tahap uji coba oleh Dinas Pendidikan Sumbar, dan kini diterapkan secara menyeluruh demi mencegah punahnya warisan leluhur.

“Pertama, itu sudah kita tes dahulu di Dinas Pendidikan untuk mewajibkan ekstrakurikuler Silek Tradisi yang hampir mengalami penurunan. Saya tidak mau sampai punah,” tegasnya.

Menurut Vasko, pelestarian budaya harus dimulai dari dunia pendidikan. Di tengah derasnya arus modernisasi, Silek Tradisi diharapkan bisa menjadi benteng karakter dan jati diri generasi muda Minangkabau.

Selain program Sekolah Rakyat yang akan mulai diterapkan di Kabupaten Solok sebagai proyek percontohan nasional, kebijakan ini memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai provinsi yang tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga kokoh menjaga akar budaya.

“Silek Tradisi bukan hanya soal pertahanan diri, tapi membawa nilai-nilai filosofis dan etika hidup,” pungkas Vasko.

Dengan perpaduan pembangunan pendidikan yang inklusif dan pelestarian budaya lokal, Sumatera Barat menjelma sebagai contoh bagaimana masa depan dan masa lalu bisa berjalan seiring, tanpa saling meniadakan. (*)

Editor : Hendra Efison
#Silek Tradisi Wajib di SMA Sumbar #Sekolah Rakyat #Pendidikan Berbasis Budaya Lokal