Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kecelakaan Tragis di Padangpariaman: Toyota Rush Dihantam KA Binuang, Dua Korban Kritis

Hendra Efison • Kamis, 17 April 2025 | 15:53 WIB

Kondisi Toyota Rush yang terseret KA Binuang yang melaju dari arah Pariaman menuju Padang, dan perawatan para korban di Puskesmas setempat.
Kondisi Toyota Rush yang terseret KA Binuang yang melaju dari arah Pariaman menuju Padang, dan perawatan para korban di Puskesmas setempat.
PADEK.JAWAPOS.COM–Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Korong Ambacang, Nagari Kuraitaji Timur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman, Kamis pagi (17/4/2025), sekitar pukul 09.13 WIB.

Sebuah mobil Toyota Rush warna putih bernomor polisi BA 1089 VC tertabrak dan terseret Kereta Api Binuang B3 seri CC 2018352 yang melaju dari arah Pariaman menuju Padang.

Menurut kesaksian Mariyani (41), seorang guru honorer yang tinggal tepat di depan rel tempat kejadian, saat itu ia sedang duduk di teras rumah bersama anaknya.

Ia melihat mobil yang dikemudikan oleh Fuadi (49), warga setempat, keluar dari samping rumahnya bersama seorang penumpang, Nasih (49), seorang pedagang asal Kabupaten Dharmasraya.

Saat mobil hendak melintasi rel di perlintasan sebidang tidak resmi yang tidak dijaga, Mariyani melihat KA Binuang mendekat.

Ia sempat berteriak untuk memperingatkan pengendara, namun diduga tidak terdengar karena kaca mobil tertutup rapat.

Beberapa detik kemudian, tabrakan tak terhindarkan. Mobil minibus terseret sejauh lebih kurang 100 meter ke arah Padang sebelum akhirnya terguling dan masuk ke dalam parit di sisi rel.

Warga yang mendengar suara benturan keras segera berdatangan ke lokasi. Bersama masinis dan petugas keamanan kereta, mereka berupaya mengevakuasi kedua korban yang dalam kondisi kritis dan terhimpit di dalam mobil yang terbalik.

Dengan menggunakan mobil pribadi, korban langsung dilarikan ke RSUD Pariaman oleh warga bernama Anto (35), seorang warga setempat.

PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan penyesalan atas insiden ini. Menurut pernyataan resmi dari Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, perlintasan tempat kejadian merupakan perlintasan tidak resmi dan tidak terjaga yang terletak di KM 51+600 antara Stasiun Pariaman dan Lubuk Alung.

“Masinis telah membunyikan klakson lokomotif (Semboyan 35) berkali-kali sebagai peringatan sebelum tiba di lokasi. Namun, pengemudi tidak mengindahkannya, sehingga tabrakan tak dapat dihindari,” ujar Reza.

Ia menegaskan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang seperti ini harus menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

PT KAI kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat akan melintasi perlintasan kereta api, terlebih yang tidak memiliki palang atau petugas jaga.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden tragis di perlintasan kereta api di Sumatera Barat. PT KAI dan aparat setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan menambah fasilitas keselamatan di titik-titik rawan perlintasan liar guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Dua Korban Kritis #Kecelakaan Tragis di Padangpariaman #Toyota Rush Dihantam KA Binuang