Akibat kejadian nahas tersebut, seorang wisatawan perempuan bernama Rini Asnita (55) dinyatakan meninggal dunia. Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Syamsurizal, menjelaskan kronologisnya.
Kejadian bermula ketika rombongan wisatawan yang berjumlah 16 orang hendak kembali dari Pulau Pagang menuju Pantai Carlos, titik awal keberangkatan mereka. Rombongan tersebut terdiri dari 14 laki-laki dewasa dan 2 perempuan dewasa.
Menurut keterangan AKP Syamsurizal, kapal dengan kapasitas 18 orang tersebut dilengkapi dengan pelampung keselamatan untuk seluruh penumpang. Namun, di tengah perjalanan, cuaca buruk berupa hujan deras melanda perairan tersebut.
"Sewaktu dalam perjalanan dari Pulau Pagang menuju Pantai Carlos, kapal tersebut mengalami kemasukan air dan dihantam ombak yang deras," ujar AKP Syamsurizal.
Menyikapi situasi tersebut, Doni Pattimura (49), kapten kapal yang berprofesi sebagai nelayan dan merupakan warga Kampung Pinang, Kelurahan Bungus Timur, berinisiatif untuk mengarahkan kapal ke tepian Sungai Pisang. Namun, besarnya ombak pada saat itu membuat kapten kapal kesulitan untuk mencapai bibir pantai.
"Kapten kemudian kembali mengarahkan kapal ke tengah, namun ombak yang sangat besar menghantam kapal dengan keras sehingga kapal kemasukan air. Kemudian datang ombak susulan yang mengakibatkan kapal tersebut terbalik atau tenggelam," jelas AKP Syamsurizal.
Akibat insiden tersebut, 15 orang wisatawan berhasil selamat. Namun, seorang wisatawan perempuan, Rini Asnita, yang diketahui merupakan seorang karyawan swasta di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) dan beralamat di KPR I Jalan 10 Perawang, Kelurahan Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, tidak dapat diselamatkan.
Saksi mata, Nora Amelia (53), yang juga merupakan satu perusahaan dengan korban dan beralamat di KPR II Jalan 4 Perawang, Kelurahan Tualang, Kabupaten Siak, bersama dengan kapten kapal, Doni Pattimura, segera membawa korban ke Puskesmas Bungus Teluk Kabung.
"Setibanya di puskesmas, petugas medis menyatakan bahwa Rini Asnita telah meninggal dunia," terang Kapolsek.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berhasil menghubungi pihak keluarga korban. "Sampai saat sekarang pihak keluarga korban belum bisa dihubungi dikarenakan HP (handphone) wisatawan sebanyak 16 orang tersebut hilang/tenggelam," ungkap AKP Syamsurizal.
Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, personel piket beserta perwira pengawas (Pawas) dari Polsek Bungus Teluk Kabung segera mendatangi Puskesmas dan lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan mengamankan area sekitar TKP.(*)
Editor : Hendra Efison