Letusan disertai dentuman keras, getaran, dan kolom abu setinggi 700 meter memicu kepanikan di kalangan warga sekitar.
Wali Nagari Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, Firdaus, menyebut bahwa warga dikejutkan oleh suara ledakan yang terdengar jelas, disusul gemuruh dan getaran yang terasa hingga ke dalam rumah.
“Suasana panik tidak terhindarkan, membuat masyarakat berhamburan keluar mencari tempat aman,” kata Firdaus kepada wartawan, Rabu malam.
Ia menambahkan, dari kejauhan tampak jelas pijar api membumbung dari puncak gunung. Fenomena itu menjadi pertanda adanya aktivitas vulkanik signifikan.
Pemerintah nagari langsung mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, terutama bagi mereka yang tinggal dalam radius 3 kilometer dari kawah.
“Kami meminta masyarakat untuk senantiasa mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang,” lanjut Firdaus.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengonfirmasi terjadinya erupsi pada pukul 20.09 WIB.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang tercatat setinggi 700 meter di atas puncak, atau sekitar 3591 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati mengarah ke timur dengan amplitudo maksimum 30,8 mm dan durasi erupsi tercatat selama 112 detik,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.
Pemerintah daerah dan aparat terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpancing informasi yang belum diverifikasi.
“Mari bersama-sama kita jaga keselamatan, tetap waspada, dan saling membantu dalam menghadapi situasi ini,” tutup Firdaus.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar akibat erupsi tersebut. Pihak berwenang akan segera melakukan evaluasi lanjutan terkait kemungkinan evakuasi warga di zona rawan.(*)
Editor : Hendra Efison