Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tim PMKM UNP Ajak Guru Rancang Inovasi Bahan Ajar IPA Terintegrasi Teknologi dan Berbasis STEM

Tandri Eka Putra • Senin, 4 Agustus 2025 | 14:44 WIB
Foto bersama Tim Pengabdian PMKM UNP dengan MGMP IPA Mentari Gugus 1 Kabupaten Sijunjung
Foto bersama Tim Pengabdian PMKM UNP dengan MGMP IPA Mentari Gugus 1 Kabupaten Sijunjung

 

PADEK.JAWAPOS.COM-Tim Pengabdian Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) UNP mengadakan pelatihan dengan guru MGMP IPA Kabupaten Sijunjung: Peningkatan Kemampuan Guru dalam Merancang Inovasi Bahan Ajar IPA Terintegrasi Teknologi dan Berbasis STEM.

"Melalui pengintegrasian aplikasi Virtual _Scanning Electron Microscope_ atau disingkat SEM dalam pembelajaran IPA SMP, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar menyenangkan dan mengefektifkan kegiatan pengayaan sesuai porsinya," kata Intan Lestari Mulyaning Tyas, melalui Siaran pers yang diberikan kepada redaksi, Senin 4 Agustus 2025.

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Intan Lestari Mulyaning Tyas, S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim pengabdian (Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA), beranggotakan Gita Rahmi, S.Pd., M.Pd. (Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP), dan Ade Sazaliana, M.Pd. (Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA).

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk penguatan kontribusi generasi muda dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Empat mahasiswa dari Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA, yang turut terlibat dalam keterlaksanaan kegiatan ini, yaitu: Rio Sumantri, Amelia Frizona Putri, M. Rafis Pratama, dan Anggi Amelia.

Kegiatan pengabdian dilakukan dengan format daring (_online_) dan luring (_offline_). Kegiatan daring telah dilakukan pada bulan Juli 2025, dengan Topik: “Pembelajaran IPA Berbasis STEM dan Teknologi”.

Pengabdian dilanjutkan dengan kegiatan kedua, berupa kegiatan luring, yang dilakukan pada 1 Agustus 2025 yang bertempat di ruang pertemuan SMPN 38 Sijunjung, dengan Topik: “Inovasi Bahan Ajar IPA Terintegrasi Virtual Scanning Electron Microscope (SEM) berbasis STEM” yang berfokus pada pelatihan menggunakan Virtual SEM berbasis STEM.

Lebih lanjut, Intan menyebutkan program pengayaan sangat mungkin diberikan pada topik pembelajaran IPA yang bersinggungan dengan mikroskop.

Dengan mengintegrasikan penggunaan Virtual SEM dalam pembelajaran program pengayaan IPA di SMP, akan didapat pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan inovatif bagi peserta didik, serta mampu meningkatkan literasi sains.

Penerapan laboratorium virtual terintegrasi dengan STEM, sebutnya, juga meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas dalam pembelajaran, serta mampu meningkatkan pengalaman dan prestasi belajar.

Latar belakang tim pengabdian menggelar hal tersebut sebagai bentuk inovasi pembelajaran.

"Inovasi pembelajaran diperlukan dalam meningkatkan hasil dan kualitas pembelajaran, serta menentukan tindak lanjut pembelajaran yang direncanakan dan dilakukan oleh guru," jelas Intan.

Di era pendidikan 4.0 saat ini, pengintegrasian teknologi ke dalam proses pembelajaran tentu dapat dilakukan. Salah satunya, berupa laboratorium virtual (_virtual laboratory_), yang telah terbukti efektif sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran.

Laboratorium virtual sebagai alat bantu akan menjadi lebih dinamis dan interaktif, memungkinkan peserta didik mengeksplorasi konsep-konsep secara praktis dan mendalam, dapat diakses tanpa batas waktu dan lokasi.

"Ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan simulasi, serta memberikan pengalaman yang sama seperti dengan bekerja menggunakan peralatan fisik di laboratorium nyata," jelasnya.

Hal ini juga memberikan kesempatan untuk memperkaya pengalaman belajar, mendukung pengembangan keterampilan teknis, dan meningkatkan pemahaman materi yang sebelumnya belum ditemui secara lebih efisien yang berbasis pendekatan STEM.

Diintegrasikannya STEM dalam pembelajaran memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dan interaktif, yang mampu mengasah kemampuan memecahkan masalah kompleks melalui penerapan teknologi terkini.

Bidang kajian pembelajaran IPA SMP akrab dengan pemanfaatan salah satu alat laboratoirum, yaitu mikroskop cahaya. Jenis-jenis mikroskop yang lebih canggih, hanya diketahui peserta didik sebatas informasi saja. "Virtual SEM mampu memberikan solusi itu," sambung Intan.

Lebih lanjut, Intan menyebutkan bahwa program pengabdian ini berfokus pada pengembangan dan inovasi dalam pembelajaran.

Mengintegrasikan teknologi relevan untuk menciptakan pengalaman belajar lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, dalam bentuk pemanfaatan Virtual SEM berbasis STEM sebagai bahan ajar yang mudah diakses dan diimplementasikan oleh guru dan peserta didik.

Pengabdian ini merupakan respons terhadap keresahan yang terjadi di sekolah mengenai pentingnya menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berbasis teknologi bagi peserta didik.

Hal ini menjadi suatu keharusan mengingat kondisi saat ini, di mana sangat penting bagi guru untuk dibekali keterampilan dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi dalam pembelajaran.

Dengan demikian, jelasnya, pembelajaran berbasis teknologi bukan hanya menjadi suatu pilihan, tetapi suatu kebutuhan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di dunia yang semakin terdigitalisasi.

"Hal ini sejalan dengan meningkatkan kemampuan pedagogi guru dalam menghasilkan pembelajaran yang inovatif dielaborasikan dengan pendekatan STEM yang mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi sehingga meningkatkan literasi sains, minat, dan motivasi belajar peserta didik," tutup Intan. (*)

Editor : Tandri Eka Putra
#Bahan Ajar #Tim pengabdian #PMKM #STEM #mgmp ipa #ipa