Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nevi Zuairina Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Digital Berkeadilan dan Bermoral

Heri Sugiarto • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:05 WIB

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina usai kuliah umum di STAI Ar Risalah Sumatera Barat. (Foto: Tim NZ)
Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina usai kuliah umum di STAI Ar Risalah Sumatera Barat. (Foto: Tim NZ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menegaskan pentingnya membangun ekonomi digital Indonesia yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan berpijak pada nilai moral yang kuat.

Pernyataan itu disampaikan Nevi dalam Kuliah Umum bertajuk “Membangun Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan di Era Digital dengan Landasan Moral yang Kuat” di Kampus STAI Ar Risalah Sumatera Barat, Jumat (29/8).

Dalam paparannya, Nevi menjelaskan bahwa era disrupsi teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, mulai dari cara belajar, bekerja, hingga berbelanja.

“Hari ini, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Indonesia bahkan masuk lima besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia. Ini peluang besar, namun juga mengandung tantangan,” ujarnya.

Menurut Nevi, pertumbuhan pesat ekonomi digital harus disikapi secara hati-hati. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024, nilai ekonomi digital Indonesia meningkat signifikan dari USD 27 miliar pada 2018 menjadi USD 90 miliar pada 2024. Bahkan, proyeksi menunjukkan angka tersebut bisa mencapai Rp5.760 triliun pada 2030.

Meski demikian, Nevi mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak boleh hanya dilihat dari angka semata.

“Kita perlu menjawab pertanyaan apakah pertumbuhan ini adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai kemanusiaan,” katanya.

Politisi PKS ini menegaskan bahwa konsep ekonomi berkeadilan berarti memberikan kesempatan setara bagi berbagai lapisan masyarakat.

“UMKM, petani, nelayan, dan masyarakat adat harus mendapat ruang yang sama dalam arus digitalisasi. Jangan sampai hanya segelintir kelompok yang menikmati manfaatnya,” tegasnya.

Selain itu, Nevi menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi digital, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola data.

Dia menyebut Program Satu Data Indonesia yang telah mengintegrasikan ratusan ribu dataset sebagai langkah penting untuk membangun kepercayaan digital dan transparansi di masyarakat.

Namun, menurutnya, semua pencapaian tersebut tidak akan berarti tanpa adanya landasan moral.

Nevi menekankan bahwa generasi muda sebagai pengguna utama teknologi digital harus memiliki ketangguhan moral di tengah kompleksitas tantangan etika digital.

“Di era digital, tantangan etika semakin kompleks: hoaks, manipulasi algoritma, hingga eksploitasi data. Karena itu, generasi muda harus tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga tangguh secara moral. Pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kompetensi, tapi juga karakter,” jelasnya.

Sebagai aktivis perempuan PKS, Nevi menegaskan kembali komitmennya dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta teknologi yang bermoral.

Ia menutup kuliah umum dengan pesan optimisme kepada para mahasiswa. “Saya yakin dari ruang akademik seperti ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang pintar, bijak, dan berintegritas,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#bermoral #ekonomi digital indonesia #generasi muda #berkelanjutan #adil #nevi zuairina #Kuliah Umum