Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, kolom abu terlihat tebal dengan warna kelabu dan arah hembusan mengarah ke timur laut.
Berdasarkan catatan seismograf, amplitudo maksimum erupsi mencapai 30,4 mm dengan durasi 54 detik, menandakan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi Gunung Marapi.
Warga yang tinggal di sekitar lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar, terutama selama musim hujan, karena banjir lahar dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bagi warga terdampak hujan abu, PVMBG menyarankan menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks dan selalu mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.
Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diharapkan terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Api Marapi di Bukittinggi untuk memperoleh informasi terkini dan valid mengenai aktivitas Gunung Marapi.(*)
Editor : Heri Sugiarto