Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gerakan Pangan Murah 2025 di Sumbar, Sembako Ludes Diborong Warga

Suryani • Selasa, 16 September 2025 | 10:55 WIB

Bahan pokok yang dijual di stan Gerakan Pangan Murah di Kota Padangpanjang, Senin (15/9). Pasar murah akan berlangsung sampai Selasa (16/9).
Bahan pokok yang dijual di stan Gerakan Pangan Murah di Kota Padangpanjang, Senin (15/9). Pasar murah akan berlangsung sampai Selasa (16/9).
PADEK.JAWAPOS.COM—Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah yang digelar di sejumlah titik di Padang dan daerah di Sumbar mulai 12 September sampai 20 September 2025 mendatang disambut antusias warga.

Betapa tidak, di tengah pelemahan daya beli dan lonjakan harga sejumlah bahan pokok, GPM hadir dan menawarkan harga murah. Mulai beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang dan aneka sayuran.

Kegiatan ini kolaborasi Bank Indoensia Sumbar bersama Pemda Sumbar bersama stakeholders terkait. GPM digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan strategis bagi masyarakat.

Melalui GPM, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya berupaya menekan laju inflasi daerah tapi juga meningkatkan akses dan ketersediaan pangan serta memperkuat kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warganya.

GPM sudah dimulai sejak Jumat-Sabtu (12-13/9) di seluruh kelurahan di Padang. Selain itu juga ada di Kantor dan Gudang Bulog di Padang setiap hari. Kemudian di Kota Padangpanjang, 15-16 September, di Pasaman Barat 15,17, 20 September, dan di Padang, Selasa (16/9)  di halaman Masjid Raya Ganting, Rabu (17/9) di Lapangan Voli RT 03/RW01 Bungopasang, Kamis (18/9) di Kelurahan Padangpasir.

Di Kota Padangpanjang, GPM selama dua hari Senin-Selasa (15-16/9) dipusatkan di halaman Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota setempat. Di sini tidak hanya menjual bahan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng tapi juga cabai, bawang dan aneka sayuran. Di hari pertama Senin kemarin, antusias warga mendapatkan pangan murah sudah terlihat.

Yanti, 50, masyarakat yang mengunjungi stan GPM mengaku sangat terbantu dengan digelarnya gerakan tersebut. “Terutama untuk kebutuhan bawang dan cabai, selisih harganya cukup besar. Cabai selisih dengan pasar per kilogram sampai Rp 8.000 dan bawang Rp 5.000. Ini sangat membantu kebutuhan kami,” jawab Yanti.

Kepala Dispangtan Padangpanjang, Ade Nafrita Anas menyebut kegiatan GPM kali ini terwujud berkat dukungan Kantor Perwakilan BI Sumbar.

“Kegiatan GPM kali ini, kita difasilitasi BI untuk pembiayaan stan GPM dan biaya angkut dari daerah penghasil komoditas,” ujar Ade, Senin (15/9).

Disebutkan Ade, GPM menyediakan beberapa komoditas pokok melalui Disperdagkop, seperti beras, gula pasir dan minyak goreng kemasan.

Kemudian melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), seperti cabai merah, bawang merah, dan sayur-sayuran berupa sawi manis, kangkung, bayam, wortel, timun, tomat, dan labu siam. “Reng harga lebih murah dari harga pasar, cukup besar. Harapannya, lonjakan harga bisa lebih cepat bergerak normal,” tutur Ade.

Petugas stan GPM dari Diskoperindag, Subria Deni mengatakan Beras Bulog SPHP dijual Rp 62.500/ 5 kg dan Beras Kuriak Rp 165.000/ 10 kg. Sedangkan Minyak Kita kemasan dua liter Rp 31.400 dan kemasan satu liter Rp 15.700, serta Gula Pasir Rp 17.500/ kg.

“Semua itu kita beli melalui koperasi dalam jumlah besar. Termasuk beras, langsung dibeli ke tempat penggilingan padi (heler) dan suplai Bulog untuk beras SPHP,” sebut Deni.

Demikian juga petugas dari Gapoktan, Farida mengaku seluruh komoditas yang disediakan bersumber dari petani anggota kelompok. “Selain sayuran, juga tersedia komoditas utama berupa cabai merah dan bawang merah. Cabai merah dijual hanya Rp 82.000/ kg dan Bawang merah Rp 37.000 /kg,” terang Farida.

Di Pasaman Barat Cepat Habis

Selain di Padangpanjang, Senin kemarin GPM juga digelar di Pasaman Barat dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat. Hari masih pagi, para ibu rumah tangga, bapak-bapak, hingga pegawai kantor sudah mengerubuti pasar murah.

Ada gula, cabai, bawang merah, minyak goreng, telur, hingga beras SPHP. Dalam waktu tak berapa lama, stok bahan pangan di stand-stan sudah berpindah ke tangan pembeli. “Cepat sekali habisnya,” celetuk Rini, 38, warga Simpang Empat, sambil memeluk dua karung beras hasil buruannya.

Bagi Rini, GPM adalah berkah. “Harga di pasar lagi tinggi, apalagi cabai. Di sini bisa hemat banyak,” ucapnya tersenyum puas. Ia menyebut cabai yang biasa ia beli Rp 65 ribu per kilogram kini bisa didapat hanya Rp50 ribu.

Tak hanya Rini, sejumlah pegawai di lingkungan kantor bupati pun ikut antre. Beberapa bahkan datang saat jam istirahat kerja, menenteng kantong belanja penuh sembari bercanda gurau. “Kesempatan seperti ini sayang dilewatkan,” ujar Andi, pegawai bagian keuangan, yang berhasil mendapatkan telur dan gula.

Di sela keramaian, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pasaman Barat, Endang Rirpinta, tampak meninjau bersama Kepala Dinas Pangan Ekadiana Oktavia.

“Gerakan Pangan Murah ini kami gelar untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Kami ingin masyarakat bisa belanja dengan harga lebih terjangkau,” jelas Endang.

Ia merinci harga pangan subsidi, beras turun dari Rp 65.500 menjadi Rp  60.000 per karung, cabai merah dari Rp 65.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, bawang merah dari Rp 35.000 menjadi Rp30.000, telur dari Rp 48.000 menjadi Rp 45.000 per tray, gula pasir dari Rp17.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, dan minyak goreng dari Rp16.000 menjadi Rp 14.000 per liter.

Langkah ini, lanjutnya, juga menjadi bagian pengendalian inflasi Pasaman Barat yang tercatat 3,96 persen (year-on-year). “Kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi terkendali,” tuturnya.

GPM kali ini merupakan kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pasaman Barat dengan Bank Indonesia dan PT Bank Nagari Cabang Simpang Empat. Selain di kantor bupati, kegiatan serupa juga digelar di Kecamatan Pasaman, Sasak Ranah Pasisie, dan Sungaiberemas.

Menjelang siang, sebagian besar tenda sudah kosong. Wajah-wajah lelah para warga yang berhasil membawa pulang belanjaan tampak bahagia. “Semoga sering-sering diadakan,” harap Rini sebelum melangkah pulang.

Di tengah tantangan harga pangan yang terus bergejolak, GPM menjadi oase yang menyejukkan. Lebih dari sekadar pasar murah, kegiatan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan menghadirkan secercah harapan,  bahwa pemerintah dan masyarakat bisa bergandengan tangan menjaga ketahanan pangan.

Ludes Diborong Warga

Sementara, GPM yang digelar di seluruh kelurhan di Kota Padang Jumat-Sabtu (12-13/9) disambut antusias masyarakat. Untuk Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Padang misalnya, dapat jatah 500 kg beras dan 50 kg gula pasir.

Menurut Lurah Kalumbuk, Afriyeni,  antusias masyarakat mendapat bahan pokok murah tersebut relatif tinggi. Bahkan terbilang kurang, karena stok sudah habis masyarakat masih banyak yang ingin membeli. “Untuk Kelurahan Kalumbuk dapat jatah 500 kilohgram beras dan 50 kg gula pasir. Minyak goreng tidak ada,” ujarnya.

Kedua bahan pangan tersebut tidak dilakukan operasi pasar di kantor lurah tapi di rumah ketua RW. Ini untuk keamanan dan memudahkan masyarakat ingin membeli kapan saja. Kalau di kantor terbatas waktunya saat jam kerja saja. Selain itu waswas juga meninggalkan barang saat malam karena tak ada penjagaan.

“Kami menarok di rumah salah satu warga supaya aman dan bisa dibeli warga kapan saja. Alhamdulillah warga terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Untuk harga memang lebih murah dari harga pasar, beras Rp 62 ribu per 5 kilogram dan gula Rp 17.500 per kilogram,” ujarnya.

Linda, 45, salah satu warga Kalumbuk membeli gula dan beras merasa teringankan karena selisih harga cukup lumayan dibandingkan beli di kedai. “Kalau beli gula di warung harganya lebih mahal, ada yang jual Rp 19 ribu sekilo,” ujarnya.

Warga lainnya, Gusmeri,50, mengaku membeli karung beras. Ia berharap kegiatan seperti sering dilakukan supaya masyarakat bisa mendapatkan harga murah dalam membeli sembako. “Bagusnya juga dijual minyak goreng, telur, cabai dan bawang karena harganya sering naik,” ujarnya.

Sedangkan GPM yang digelar hari ini di tiga lokasi di Padang selain menyediakan beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, juga ada cabai merah, dimulai pukul 08.00 sampai siang. Selain penjualan bahan pokok, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal yang menawarkan produk makanan siap saji seperti gorengan, susu, serta berbagai makanan dan minuman olahan lainnya. (wrd/roy/eni)

Editor : Adetio Purtama
#diborong #Gerakan Pangan Murah 2025 #warga #sumbar