Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pariaman, Solok, dan Bukittinggi

ZikriNiati ZN • Sabtu, 27 September 2025 | 11:27 WIB

Warga menyerbu GPM yang digelar di Rumah Tabuik Subarang Kota Pariaman, Jumat (26/9). Pembelian bahan pokok dibatasi agar semua kebagian.
Warga menyerbu GPM yang digelar di Rumah Tabuik Subarang Kota Pariaman, Jumat (26/9). Pembelian bahan pokok dibatasi agar semua kebagian.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilangsungkan di sejumlah daerah di Sumbar. Pantauan Padang Ekspres di tiga kota yakni Kota Pariaman, Kota Solok, dan Bukittinggi Jumat (26/9) antusias masyarakat semakin tinggi.

GPM yang berlangsung di Rumah Tabuik Subarang Pariaman sudah mulai dari sekitar pukul 07.30. Warga terlihat mulai ramai berbelanja kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula dan bahan pangan lainnya.

Andaria, 56, warga Marunggi Pariaman Selatan menyebut, ia mendapatkan informasi tentang GPM dari postingan Media Center Kota Pariaman, Kamis (25/9) malam. Saat itu anaknya yang menginformasikan untuk melihat postingan di medsos tentang adanya GPM.

“Kebetulan memang sejumlah bahan pokok dirumah sudah menipis. Makanya saya sempatkan untuk belanja di GPM. Harganya lebih ekonomis, lebih murah Rp 3.000 an dibanding harga di pasar,” ujarnya.

Ia membeli minyak goreng seharga Rp 15.500/liter sementara di warung Minyakkita dijual seharga Rp 17 ribu/liter. Begitu juga gula 17 ribu/kg sedangkan rata-rata di toko gula kualitas terbaik itu dijual Rp 20 ribu/kilogram. Ibu empat orang anak ini tak membeli beras karena ia adalah petani dan memiliki stok beras di rumah.

Evi, 38, warga Kelurahan Taratak juga menyebut sangat terbantu sekali dengan adanya GPM ini, karena harga lebih murah dan kualitas barangnya juga bagus.

Asisten II Setdako Pariaman Elvis Chandra mengakakan, GPM langkah strategis dalam mengatasi inflasi yang terjadi di Kota Pariaman. Sekaligus wujud nyata Pemerintah Kota Pariaman dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Alhamdulillah dengan adanya GPM ini, animo masyarakat dan ASN serta non-ASN di lingkungan pemerintahan Kota Pariaman sangat tinggi sekali untuk datang membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,” ujar Elvis Chandra.

GPM menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang putih, bawang merah, sayuran dan berbagai jenis pangan lainnya.

Sementara Kadis Pertanian, Peternakan, Perikanan Pariaman Marlina Sepa mengungkapkan, GPM ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal, KWT binaan Dinas Pertanian, distributor pangan seperti Bulog dan stakeholder lainnya. Sehingga tidak hanya bisa mendukung stabilitas harga, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Selain membàntu warga memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau, GPM juga menjadi motivasi bagi KWT menjual hasil panen mereka dengan harga terjangkau. Rencananya kegiatan ini akanberlangsung rutin setiap bulannya di Kota Pariaman,” ujarnya.

Koordinator Lapangan Bulog di Pariaman Dwi Putri menyebut pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

Untuk Minyakkita agar semua warga dapat maka dibatasi hanya 2 kemasan per orang. Kalau untuk beras SPHP maksimal 2 karung masing-masing ukuran 5 kilogram. Sedangkan jenis beras Anak Daro tidak ada pembatasan.

Hemat Belanja di GPM Kota Solok

Sementara, GPM di Kota Solok kemarin dilaksanakan di tiga lokasi Jumat (26/9) diserbu warga. Yakni, di depan Masjid Agung Almuhsinin, di Jalan Sudirman Taman Syekh Kukut dan didepan Kantor Kelurahan Nan Balimo.

Terlihat antusias masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM membeli kebutuhan pokok yang disediakan pemerintah daerah.

Erna, 45, mengaku, berbelanja di GPM dapat menghemat pengeluaran untuk kebutuhan dapur. Dengan selisih harga Rp 1.000-Rp 3.000 ia dapat membeli lebih banyak sembako.

“Memang bedanya Rp 1.000- 2000 kan lumayan kalau kita beli banyak barang,” ujar Erna saat berbelanja GPM depan Masjid Agung Almuhsinin, Jumat (26/9).

Beras SPHP dijual Rp 62 ribu, sementara di pasaran Rp 65 ribu untuk kemasan 5 Kg, kemudian minyak goreng dua liter hanya Rp 31 ribu, sedangkan di pasaran Rp34 ribu.

Telur ayam dan bahan kebutuhan lainnya juga jauh lebih murah. Ia berharap pasar murah itu lebih sering diadakan oleh pemerintah, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Warga lainnya, Safitri, 61, warga Kelurahan Kampung Jawa membeli beras, telur, dan minyak goreng. “Sangat membantu, apalagi di saat kondisi ekonomi sedang sulit. Semoga sering diadakan,” ujarnya.

Antusiasme warga terhadap pasar murah ini cukup tinggi, terbukti cepatnya stok bahan pokok yang tersedia habis terjual.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah Kota Solok (DPKUKM) Zulferi mengatakan GPM untuk pengendalian inflasi dan menstabilkan harga pangan di pasaran yang mulai beranjak naik.

Di Kota Solok sendiri, GPM dilaksanakan di Kantor Lurah Nan Balimo, pada 2- 30 September dan 7-8 Oktober 2025. Sedangkan di Masjid Agung Almuhsinin, dilaksanakan 26 September, serta 3 dan 10 Oktober 2025.

Komoditi yang disediakan yakni beras SPHP, dijual Rp 62.500 per lima kilogram. Sedangkan gula pasir dijual Rp 17 ribu per kilogram, Minyak kita Rp 31 ribu per 2 liter dan telur Rp 52 ribu per papan.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan GPM untuk belanja hemat, dan turut berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

Beras dan Migor paling Laris di Bukittinggi

Kegiatan GPM di Kota Bukittinggi Jumat (26/9) digelar di halaman MDA Arabiah Koto Tangah Kelurahan Kotoselayan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi.

Pada kegiatan ini, Bulog mengahdirkan sejumlah kebutuhan pokok. Mulai dari beras, gula dan minyak dan dijual dengan harga yang terjangkau. Beras SPHP Rp 64.000,- untuk kemasan lima kilogram, kemudian Minyakkita Rp. 15.500,- perliter dan gula Rosebrand Rp. 18.000 per kilogram.

“Kita membawa minyak goreng sebanyak 77 liter, gula 39 kilogram dan beras 43 karung ukuran lima kilogram," ujar Dion, petugas lapangan Bulog.

Ia mengatakan, antusias masyarakat terus meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Masyarakat membeli kebutuhan pokok berbeda-beda setiap harinya. Hari ini lebih baik dari beberapa hari sebelumnya. Tergantung kondisi cuaca dan lokasi kelurahan tempat dilaksanakannya kegiatan,” sebutnya.

Dion menambahkan, komoditas yang paling banyak dicari oleh masyarakat adalah beras dan minyak. “Hampir sama dengan di kelurahan lainnya, di kelurahan Kototangah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan ini kebanyakan yang dicari warga ialah beras dan minyak,” imbuhnya.

Dion menambahkan, Pemko dan Bulog terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan antusiasme masyarakat. Sosialisasi ini terus dilakukan dengan berbagai pendekatan, mulai dari media massa, media sosial dan WA grup.

Dion juga menyebutkan kegiatan ini masih akan terus berlanjut hingga beberapa waktu kedepan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Kegiatan ini masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu kedepan. Terdekat akan kita lakukan Senin, (29/9) di halaman Masjid Istiqomah Anak Limau Kelurahan Kubu Tanjuang Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh. Berikutnya, Selasa (30/9) di Kantor Lurah Kayu Kubu Kecamatan Guguak Panjang,” sebutnya. (nia/rna/wel)

Editor : Adetio Purtama
#solok #gerakan pangan murah #bukittinggi #pariaman