Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, Herman, mengonfirmasi bahwa total 12 kelurahan terdampak parah akibat kejadian tersebut.
Dampak yang ditimbulkan meliputi pohon tumbang, atap rumah beterbangan, tiang listrik roboh, serta papan reklame yang jatuh. Sejumlah area juga dilaporkan mengalami genangan air.
“Pengaruh kejadian tersebut banyak pohon tumbang dan atap terlepas,” ujar Herman kepada Padek, Senin siang (6/10/2025).
Menurut data BPBD, bencana ini menerjang dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Tanjung Harapan dan Kecamatan Lubuk Sikarah, yang totalnya memiliki 13 kelurahan. "Hanya Kelurahan Laing yang tidak melaporkan adanya kerusakan," tegasnya.
Adapun 12 kelurahan terdampak meliputi:
Kelurahan Koto Panjang, Tanjung Paku, Pasar Pandan Air Mati, Nan Balimo, VI Suku, Kampung Jawa, Sinapa Piliang, IX Korong, Simpang Rumbio, Kampai Tabu Karambia, Aro IV Korong, dan Tanah Garam.
Sejak Minggu malam, tim BPBD Kota Solok telah melakukan evakuasi terhadap rumah warga yang rusak, terutama yang tertimpa pohon atau kehilangan atap. Dinas Sosial Kota Solok juga menyalurkan bantuan logistik seperti terpal dan makanan siap saji ke sejumlah kelurahan terdampak. "Distribusi bantuan berlanjut hingga Senin (6/10)," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah rumah rusak, fasilitas umum terdampak, dan estimasi kerugian materiil.
“Posisi saat ini kami menunggu perintah lanjutan dari wali kota dan memprioritaskan pendataan di lokasi paling parah,” tutur Herman.
BPBD menegaskan, hasil pendataan akurat akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan pemulihan berikutnya di wilayah terdampak.(*)
Editor : Heri Sugiarto