Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stunting Sumbar Masih 24,9 Persen, Pemerintah Fokus pada Pencegahan Kasus Baru

Hendra Efison • Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:35 WIB

Penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, serta antara Pemerintah Pusat dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sumbar.
Penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, serta antara Pemerintah Pusat dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sumbar.
PADEK.JAWAPOS.COM—Prevalensi stunting di Sumatera Barat (Sumbar) tercatat masih berada di angka 24,9 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 5 poin persentase dibanding tahun 2018, namun cenderung stagnan bahkan meningkat dalam satu tahun terakhir.

Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Dyah Kusumastuti, mengungkapkan hal itu dalam Rakor Regional Program Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sumbar di Padang, Kamis (9/10/2025).

“Perlu langkah penguatan ke depan dengan fokus pada pencegahan stunting baru, karena intervensi akan lebih efektif jika dilakukan sejak dini,” kata Dyah.

Ia menegaskan, penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kehadiran inovasi daerah yang berbasis kearifan lokal sangat penting, karena implementasi program tidak bisa disamakan untuk semua wilayah,” ujarnya.

Sejak 2013 hingga 2024, pemerintah berhasil menurunkan prevalensi stunting nasional sebesar 27,4 persen dalam kurun waktu 11 tahun.

Meski begitu, sejumlah provinsi termasuk Sumbar masih perlu memperkuat strategi percepatan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, Pemprov Sumbar telah menjalankan berbagai program pencegahan sejak 2024, di antaranya melalui pembentukan Nagari Generasi Emas di 60 nagari lokus stunting.

Program ini menyasar ibu hamil, balita, dan remaja melalui skrining kesehatan serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan di tingkat nagari.

“Kami juga melibatkan rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan tokoh masyarakat dalam upaya percepatan ini,” ujar Mahyeldi.

Selain itu, Pemprov Sumbar menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi, mengaktifkan kelas ibu hamil, serta memperkuat kolaborasi CSR dengan berbagai mitra.

Menurut Mahyeldi, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui tiga pendekatan utama: intervensi gizi, sinergi multisektor dan multipihak, serta pemberdayaan keluarga berisiko stunting.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, serta antara Pemerintah Pusat dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sumbar.(*)

Editor : Hendra Efison
#prevalensi stunting #pencegahan stunting #penurunan stunting #stunting Sumbar