Organisasi wartawan ini menilai Pemkab tidak menghargai keberadaan mereka dalam kegiatan resmi.
Kejadian terakhir terjadi pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (28/10/2025).
Meski diundang secara resmi, PWI tidak disediakan kursi tamu seperti undangan lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Plt Ketua PWI Dharmasraya, Ahda Yahya. Menurutnya, peristiwa serupa sudah terjadi berulang kali pada HUT RI, HUT Dharmasraya, dan sejumlah kegiatan resmi lainnya.
“Pertama terjadi mungkin bisa karena khilaf. Tapi kalau berulang kali, berarti faktor kesengajaan atau sama dengan pelecehan,” tegas Yahya.
Ia menjelaskan, undangan menghadiri upacara Sumpah Pemuda dikirim melalui WhatsApp dalam bentuk PDF oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Reno Lazuradi.
“Untuk menghargai undangan tersebut, pagi-pagi saya datang. Tapi setelah sampai di lokasi, saya cek kursi tamu untuk PWI, rupanya tidak ada,” ujar Yahya.
Karena tidak menemukan kursi tamu, Yahya menghubungi Reno dan Benny Mandala Putra, selaku panitia kegiatan. Panitia kemudian meminta pihak protokoler untuk menyiapkan kursi bertuliskan PWI. Namun yang disiapkan hanyalah kertas berlogo Pemda dengan tulisan tangan ‘PWI’.
“Ini pertanda bahwa Pemkab memang tidak menyiapkan kursi undangan untuk PWI. Saya merasa malu dan memilih meninggalkan lokasi,” kata Yahya.
Menurutnya, kursi bertanda PWI baru disiapkan setelah ia menyampaikan protes. “Kursi tamu untuk PWI itu diadakan setelah saya protes,” tambahnya.Baca Juga: Ribuan Anggota Polda Sumbar Pecahkan Rekor MURI Bersih Pantai Purus Bersama PT Semen Padang
Terpisah, Kabid Pariwisata Benny Mandala Putra menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab atas persiapan upacara dan penyampaian undangan.
Namun, pada hari pelaksanaan, present card tempat duduk PWI tidak ditemukan oleh petugas protokoler.
“Tadi saya sudah bersama Plt Ketua PWI, Yahya. Cuma present card ini tidak ditemukan oleh adik-adik protokoler. Setelah Yahya meninggalkan lokasi, barulah kartu itu ditemukan,” jelas Benny.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Dharmasraya, Roby Suhendra, menegaskan bahwa kursi untuk PWI sebenarnya sudah disiapkan.
“Ini hanya miskomunikasi saja. Dan kami minta maaf atas kejadian ini,” pungkas Roby.(ita)
Editor : Hendra Efison