Ia adalah Gope (76), penjual balon yang setiap hari berkeliling menawarkan dagangannya kepada anak-anak dan orang tua yang melintas.
Gope berasal dari Pariaman. Setiap pagi ia diantar ke Padang untuk berjualan, kemudian dijemput kembali pada sore harinya.
Sepeda yang digunakannya dititipkan di rumah saudaranya di sekitar Asrama Haji.
“Nanti sore saya dijemput anak ipar, kalau sepeda ini nanti di tempat saudara di belakang Asrama Haji,” ujarnya pada Kamis (13/11/2025).
Pekerjaan menjual balon ia jalani setelah kakinya sakit dan tidak lagi sanggup bertani seperti dulu. Kini, ia berjualan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan makan.
“Bertani tidak sanggup… jadi apa yang ada saja, yang penting halal. Di umur segini mau kerja apa lagi, yang penting dapat beli nasi,” katanya.
Balon yang dijualnya ia beli dari sebuah toko di Pariaman. Ia menjualnya dengan harga Rp10.000 per buah, namun margin keuntungannya hanya sekitar Rp4.000 per balon.
Dalam sehari, tidak jarang ia tidak menjual satu pun. “Paling terjual satu, kadang dua, sering tidak ada laku… jarang, kadang orang kasihan,” tuturnya.
Di bagian belakang sepeda tuanya, selain menggantung balon-balon warna-warni, terdapat kaleng minuman bekas yang ia kumpulkan untuk dijual kembali sebagai tambahan penghasilan.
Pekerjaan menjual balon ini, bagi Gope, bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga cara bertahan hidup di usia senja. Dengan langkah perlahan dan senyum sederhana, ia terus berkeliling, memastikan dirinya tetap bisa makan setiap hari.(CR6)
Editor : Hendra Efison