Fenomena ini diprediksi berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 November 2025.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan informasi tersebut pada Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa peningkatan pasang air laut dipicu oleh peristiwa astronomi Bulan Penuh yang akan terjadi pada 20 November 2025.
Berdasarkan prediksi BMKG, pasang maksimum air laut selama periode tersebut diperkirakan mencapai 1,3 hingga 1,4 meter dan terjadi pada pukul 17.00–20.00 WIB.
Kondisi ini berpotensi diperkuat oleh cuaca hujan dengan intensitas sedang yang mungkin disertai angin di perairan pesisir Sumatera Barat dan Mentawai.
BMKG menyebut kombinasi pasang tinggi dan potensi hujan sedang dapat meningkatkan peluang terjadinya Banjir Rob di sejumlah wilayah pesisir. Meski demikian, dampaknya diperkirakan tidak signifikan.
“Memang ada potensi Banjir Rob akibat pasang air laut beriringan dengan potensi hujan sedang, namun diperkirakan tidak berdampak signifikan,” ujar Sahat.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada, terutama pada jam-jam prediksi pasang tertinggi, sebagai langkah antisipasi dini terhadap kemungkinan luapan air pasang.(cc1)
Editor : Hendra Efison