Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang dan Longsor Landa Agam, Akses Terputus dan 10 Warga Terselamatkan Tim SAR

Putra Susanto • Senin, 24 November 2025 | 14:39 WIB

EVAKUASI: Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap warga terjebak di ladang akibat luapan sungai di Nagari Salareh Aia Barat, Agam, Minggu (23/11).
EVAKUASI: Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap warga terjebak di ladang akibat luapan sungai di Nagari Salareh Aia Barat, Agam, Minggu (23/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-LUAPAN air sungai, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Agam.

Ini akibat hujan lebat sepekan terakhir.
Akses sejumlah jalan pun tertutup. Lalu merendam rumah warga, dan menimbun lahan pertanian. 

BPBD Agam melaporkan, sedikitnya lima kecamatan terdampak. Laporan sementara menyebut bencana melanda wilayah di Tanjungraya, Banuhampu, Palupuh, Palembayan, dan Lubukbasung.

Di Kecamatan Tanjungraya, luapan Sungai Asam merendam permukiman di Jorong Pasarabaa, Nagari Kotokaciak, Sabtu (22/11) pagi, sekitar pukul 05.00. Empat rumah milik warga dilaporkan kemasukan air setelah hujan tak kunjung berhenti selama berhari-hari. 

BPBD langsung turun ke lokasi untuk asesmen, pendataan kerusakan, sekaligus berkoordinasi dengan instansi teknis seperti PUTR dan BWS V mengingat ancaman susulan masih mungkin terjadi.

Tak sampai sehari, bencana lebih besar terjadi di Jorong Paninjauan, Nagari Paninjauan. Aliran deras dari perbukitan berubah menjadi banjir bandang yang menyeret material kayu, lumpur, dan bebatuan ke permukiman.

Sejumlah kolam renang wisata di kawasan itu tertimbun, saung-saung rusak, kafe di tepi aliran sungai ikut terkubur, dan lahan pertanian di hulu hingga hilir mengalami kerusakan luas. 

“Akses nagari juga terputus di beberapa titik akibat badan jalan runtuh dan tertutup longsoran. Aliran sungai bahkan bergeser dari jalur semula. Hingga laporan terakhir, lokasi ini belum dapat ditangani secara penuh karena volume material yang sangat besar,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur.

Ia melanjutkan, banjir juga melanda Banuhampu. Air meluap ke rumah warga di Jorong Sungaibuluah, Nagari Cingkariang, saat sebagian besar warga tengah beristirahat Minggu dini hari, sekitar pukul 00.05.

Tim BPBD mengerahkan mesin penyedot karena ketinggian air di salah satu rumah cukup sulit surut, sementara rumah lain mulai mengering setelah beberapa jam penanganan.

“Di sini, banjir merendam tiga rumah milik Wenny, Nini, dan Yulma. Lumpur masuk hingga ke dapur dan membuat lantai retak. Setelah proses penyedotan dan pembersihan menggunakan mesin portabel, seluruh rumah sudah kembali bisa ditempati,” ujarnya.

Di Palupuh, rangkaian bencana juga terjadi secara beruntun. Luapan anak sungai merendam area persawahan di Kampuangpasia, sementara badan jalan di jalur utama nagari amblas setelah pinggirannya tergerus air. 

Pohon tumbang juga menutup ruas Palupuh menuju Bukittinggi di beberapa titik, namun telah dibersihkan segera setelah laporan masuk.

Pada waktu hampir bersamaan, longsor besar terjadi di kawasan Airkijang pada jalur Bukittinggi–Medan. Material tebing menutup badan jalan hingga kendaraan dari dua arah tak bisa melintas. 

“Arus lalu lintas dialihkan ke rute alternatif Airkijang–Simaung–Padangmanggis–Panampuang, Nagari Limokoto. Sementara tim gabungan melakukan pembersihan secara bertahap,” terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Palembayan. Longsor beruntun muncul di empat titik jalan provinsi yang menghubungkan Palembayan dengan Bukittinggi, tepatnya di kawasan Gumarang dan Lubukgadang.

Material tanah yang tebal membuat lalu lintas lumpuh. Hingga kini penanganan masih menunggu alat berat tambahan karena lokasi rawan susulan.

Wilayah Lubukbasung juga tidak luput dari bencana. Pohon tumbang menutup akses di Jorong Sago, Nagari Manggopoh, sementara longsor muncul di dua lokasi berbeda.

Material dari tebing runtuh menutup ruas jalan Batuhampar dan jalur Lapaukapeh menuju Dalabu. Di Batuhampar, pembersihan dilakukan melalui gotong royong masyarakat dibantu alat berat milik perusahaan setempat.

Sementara di ruas Lapaukapeh–Dalabu, penanganan dilakukan lebih cepat setelah nagari dan kecamatan berkoordinasi dengan anggota DPRD Sumbar dari dapil setempat.

Loader dikerahkan pagi hingga siang hari, dan akses berhasil dibuka kembali pada sore hari. BPBD Agam menyebut seluruh personel diterjunkan sejak laporan pertama masuk.

Penanganan dilakukan sesuai tingkat urgensi di setiap wilayah, mulai dari evakuasi cepat, pembersihan material, penyedotan air, hingga koordinasi lintas instansi untuk pembukaan akses. 

“Meski sebagian titik sudah kembali normal, beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan, terutama longsor besar di Paninjauan dan empat titik longsor di Palembayan yang belum dapat dibersihkan total,” pungkasnya.

10 Warga Selamat

Sementara itu, sepuluh warga yang sempat terjebak di ladang mereka di Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, berhasil dievakuasi tim gabungan operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), Minggu (23/11). Peristiwa ini dipicu tingginya debit air akibat luapan sungai.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang Hendri dalam laporannya membenarkan kejadian ini. Tim SAR menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada pukul 13.48 WIB hari Minggu, dari Sekna Nagari Salareh Aia, Yeni.

Menurut kronologi kejadian, sepuluh warga tersebut Adalah Dasman, 35; Daren, 65; Dolianto, 38; Amir, 60; Farel, 13; Peri, 36; Aril, 16; Deni, 45; Yeni, 40; dan Abdul Hakim, 45, sudah berada di ladang sejak Sabtu (22/11/) pukul 08.00 WIB, dengan membawa bekal untuk satu hari.

Mereka kemudian terjebak setelah air sungai di Nagari Salareh Aia Barat meluap drastis. Kontak terakhir yang diterima tim SAR adalah pada pukul 20.00 WIB Sabtu dengan salah satu korban, Deni.

Saat itu, mereka mengabarkan telah berkumpul di satu titik, namun tidak bisa kembali ke rumah dan membutuhkan pertolongan.

Kantor SAR Kelas A Padang segera merespons laporan dengan memberangkatkan enam personel Rescuer dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman pada pukul 14.04 WIB.

Lokasi kejadian (LKP) diperkirakan berada pada koordinat 0° 8’31.20"S dan 100° 2’43.50"T, berjarak sekitar 35.6 kilometer dari Pos Pasaman, dengan estimasi perjalanan darat selama dua jam.

Tim SAR Gabungan, melibatkan Pos SAR Pasaman, Polsek Palembayan, Local Hero Rescue, PMI Agam, KSB Salareh Aia Barat, dan masyarakat, tiba di lokasi pada pukul 15.30 WIB. Meskipun debit air sungai dilaporkan tinggi dan cuaca sedang hujan lebat, tim langsung bergerak cepat.

Hanya dalam waktu 28 menit setelah tiba, tepatnya pukul 15.58 WIB, sepuluh warga terjebak tersebut berhasil dievakuasi ke tempat selamat. “Sepuluh orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” jelas Hendri.

Hingga berita ini ditulis kemarin, meskipun sepuluh orang telah diselamatkan, dilaporkan masih ada tiga orang yang memilih untuk bertahan sementara di pondok di ladang tersebut karena memiliki bekal logistik yang cukup.

Baca Juga: Longsor Landa Malalak, Akses Jalan Padang-Bukittinggi Hari Ini Dialihkan ke Sicincin-Padangpanjang

Setelah memastikan operasi berjalan lancar dan semua korban yang membutuhkan evakuasi telah ditangani, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 16.10 WIB.

Berbagai alat utama (Alut) dan peralatan SAR, termasuk Rescue Car, LCR (perahu karet) dengan motor tempel, dan peralatan mounteneering, digunakan dalam operasi ini. (ptr/cc1)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Kotokaciak #sungai asam #BPBD Agam #jalan putus #banjir bandang