Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor di Sumbar, Dony Minta BUMN Bantu Warga Terdampak, Kapolda Usut Perusakan Hutan

Randi Zulfahli • Sabtu, 29 November 2025 | 23:10 WIB

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta seluruh perusahaan BUMN untuk segera turun tangan membantu korban bencana.(Foto: Dok Kaltim Post)
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta seluruh perusahaan BUMN untuk segera turun tangan membantu korban bencana.(Foto: Dok Kaltim Post)
PADEK.JAWAPOS.COM-Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan genangan besar di permukiman warga, merusak infrastruktur penting, serta memutus akses jalan utama di beberapa titik.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera turun tangan membantu korban bencana melalui program kemanusiaan. Permintaan itu disampaikan pada Sabtu (29/11/2025) melalui pesan resmi kepada awak media.

“Kepada seluruh BUMN agar ikut membantu saudara kita di Sumatera Barat melalui BUMN Peduli,” ujar Dony Oskaria. Ia menegaskan bahwa koordinasi tanggap darurat harus berjalan cepat dan tepat sasaran agar bantuan segera diterima masyarakat terdampak.

Selain mendorong bantuan kemanusiaan, Dony juga meminta aparat kepolisian mengusut dugaan perusakan hutan yang dinilai menjadi salah satu pemicu bencana.

Menurutnya, banjir yang terjadi tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor alam. “Banjir ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini. Kapolda harus usut perusakan hutan liar di Sumbar,” tegasnya.

Ia menilai kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal telah memperparah aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut dinilai memperbesar risiko terjadinya banjir bandang dan longsor di wilayah rawan.

Dalam pernyataannya, Dony juga mengingatkan pentingnya percepatan penanganan bencana untuk mengurangi risiko lanjutan. Ia menyebutkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor baru di sejumlah titik rawan.

Seluruh pihak diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas resmi. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.

Dony berharap permintaan kepada kepolisian untuk mengusut dugaan perusakan hutan dapat segera ditindaklanjuti. Ia menilai kerja cepat dan terarah akan sangat menentukan keberhasilan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Hingga saat ini, proses penanganan bencana masih terus berjalan, sementara berbagai pihak diminta tetap berkoordinasi dalam satu komando untuk fokus pada penyelamatan warga serta pemulihan kondisi daerah terdampak.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#dony oskaria #Banjir Sumbar #banjir dan longsor #perusakan hutan #bencana sumbar #bumn