Dua warga setempat, Muhammad Rafi Bakri (25) dan Gustiardi atau Ujang Cabiak (50), terdampak dalam peristiwa tersebut. Rafi dinyatakan meninggal pada Sabtu malam (29/11/2025), sementara Gustiardi masih dalam pencarian.
Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky, melayat ke rumah duka Rafi di Jorong Lakuang pada Minggu (30/11/2025).
Ia hadir bersama Kepala Jorong Lakuang Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo, Ka Ampek Suku Nagari Situjuah Batua YK Dt Kali Bandaro, Bhabinkamtibmas Nagari Situjuah Batua Iptu Ferry HM, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat nagari.
“Kita ikut berduka cita atas meninggalnya M. Rafi Bakri akibat musibah galodo di kawasan Jembatan Kembar Padangpanjang. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujar Fajar Rillah Vesky.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perantau IKSB Padang yang membantu proses pemulangan jenazah.
Sebelum ke rumah duka, Fajar Rillah Vesky turut menghadiri prosesi pemakaman Rafi yang diikuti ratusan warga.
Hadir pula Kajari Payakumbuh Ulil Amri, tokoh masyarakat Situjuah Batua, serta sejumlah perangkat jorong.
Kepala Jorong Lakuang, Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo, menjelaskan bahwa Rafi bekerja di perusahaan pengelola jaringan seluler bersama Gustardi.
Keduanya berada di kawasan Jembatan Kembar saat galodo terjadi dan kemudian hilang kontak dengan keluarga serta perusahaan.
Rafi ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara Padang, sementara Gustardi belum ditemukan.
Romel juga menyampaikan bahwa ambulans yang membawa jenazah Rafi mengalami kecelakaan di kawasan Sitinjau Lauik sebelum tiba di Situjuah Batua.
Akibat kejadian itu, ayah Rafi mengalami luka dan harus menjalani operasi setelah prosesi pemakaman.
“Kita berharap orang tua Rafi segera pulih dan Gustardi dapat ditemukan. Kami juga berharap perhatian dari pemerintah daerah terhadap keluarga korban, karena keduanya merupakan warga Limapuluh Kota,” ujar Romel.(CR2)
Editor : Hendra Efison