Data sementara menunjukkan 54 titik mengalami kerusakan dengan tingkat dampak yang berbeda.
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, mengatakan kerusakan mencakup badan jalan amblas, bahu jalan terban, longsor, jembatan rusak berat, serta ruas jalan yang tertutup pohon tumbang.
“Sebagian titik, seperti pohon tumbang dan sisa longsoran, sedang kita bersihkan bersama pihak terkait, khususnya yang berhubungan dengan jalur evakuasi dan distribusi bantuan,” ujar Armizoprades, Minggu (30/11/2025).
Berdasarkan pendataan di lapangan, 54 titik kerusakan terdiri dari:
- 11 titik badan jalan amblas
- 24 titik bahu jalan terban
- 13 titik longsor
- 2 jembatan rusak berat
- 4 titik pohon tumbang
Kepala Bidang Bina Marga BMCKTR Sumbar, Adratus Setiawan, menyampaikan bahwa pendataan masih berlangsung. Namun, data awal menunjukkan 16 ruas jalan provinsi terdampak, yaitu:
- Mangopoh – Padang Luar
- Panti – Simpang Empat
- Batas Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi
- Pangkalan Koto Baru – Sialang – Gelugur
- Palupuah – Pua Gadih – Koto Tinggi
- Simp. Koto Mambang – Balingka
- Matur – Palambayan
- Palambayan – Palupuh
- Simp. Gantiang Payo – Batas Tanah Datar – Sumani
- Pintu Angin – Labuah Saiyo
- Sijunjuang – Tanah Badantuang
- Guguak Cino – Sitangkai
- Teluk Bayur – Nipah – Purus
- Teluk Kabung – Mandeh – Tarusan
- Lubuak Sikapiang (Simp. Daliak) – Talu (Simp. Gantiang)
- Lubuak Basung – Sungai Limau
Adratus menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan prioritas untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Ia menyebutkan seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, relawan, hingga masyarakat turut membantu penanganan di lapangan.(*)
Editor : Hendra Efison