Pengerahan ini dilakukan guna memastikan dukungan logistik dan kesiapan personel tetap optimal di wilayah terdampak.
Apel keberangkatan dipimpin Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, di Pelabuhan Inggom, Tanjung Priok.
Ia menyatakan bahwa seluruh unsur yang diberangkatkan telah melalui pengecekan kesiapan secara menyeluruh.
Kapal bertolak pukul 08.00 WIB dengan estimasi waktu pelayaran sekitar 45 jam menuju Perairan Teluk Bayur, Padang, menggunakan kecepatan jelajah 12 knots.
Dukungan logistik yang dikirim mencakup peralatan SAR, perlengkapan keselamatan, serta kebutuhan operasional lainnya untuk mempercepat proses pencarian dan memperluas jangkauan operasi di dua wilayah tersebut.
Dalam misi ini, KN SAR Ganesha membawa 80 personel, terdiri dari kru kapal, rescuer dari Kantor SAR Jakarta, Banten, dan Bandung, potensi SAR, tim medis RSCM, serta unsur media.
Seluruh personel diberangkatkan untuk memperkuat efektivitas operasi dan mempercepat respons di lapangan.
Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso menegaskan bahwa pengerahan kapal ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat.
“Ini adalah panggilan jiwa untuk membantu saudara-saudara kita di Padang dan Sibolga. Ini adalah operasi kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap misi SAR menuntut profesionalisme sekaligus ketulusan. “Kita bergerak bukan hanya dengan keahlian, tetapi juga dengan hati.”
Basarnas menilai kolaborasi antara rescuer, potensi SAR, tim medis, dan unsur pendukung lainnya menjadi kunci keberhasilan operasi.
Keberangkatan KN SAR Ganesha 105 disebut sebagai langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan jangkauan pertolongan di wilayah terdampak.(*)
Editor : Hendra Efison