Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi yang terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kemkomdigi, M. Helmi, mengatakan perangkat tersebut disalurkan sesuai permintaan daerah dan seluruhnya diberikan secara gratis kepada masyarakat melalui BPBD Sumbar.
Perangkat Starlink itu akan ditempatkan pada sejumlah titik terdampak untuk memastikan akses internet tetap tersedia selama masa tanggap darurat.
“Dari Komdigi itu full gratis tidak memungut biaya untuk penggunaan Starlink ini oleh masyarakat terdampak bencana. Setelah masa tanggap darurat berakhir, kebijakan penggunaan akan disesuaikan, termasuk kemungkinan pemanfaatan komersial,” ujar Helmi dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (3/12/2025).
Helmi menjelaskan Starlink difungsikan sebagai jaringan pengganti sementara saat BTS tidak beroperasi karena listrik padam, kerusakan transmisi, atau keterbatasan infrastruktur darat.
Perangkat memiliki jangkauan 500 meter hingga 1 kilometer dan dapat digunakan 60 pengguna secara bersamaan, dengan kecepatan internet hingga 300 Mbps.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Sumbar, Rudy Rinaldy, menyambut dukungan tersebut.
“Jika kecepatan mencapai 300 Mbps, perangkat itu bisa melayani hingga 100 pengguna secara bersamaan. Ini sangat membantu untuk daerah bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan perangkat Starlink akan didistribusikan berdasarkan daftar lokasi terdampak yang telah dihimpun dari kabupaten/kota.
Pendataan difokuskan pada area yang terdampak langsung bencana dan wilayah blankspot.
Dalam pemaparan kondisi jaringan, Helmi menyebut terdapat 154 dari 3.739 BTS di Sumbar yang terdampak bencana per 3 Desember 2025. Sebanyak 124 BTS mengalami gangguan listrik PLN, 29 BTS mengalami putus transmisi, dan 1 BTS terseret arus banjir.
Baca Juga: Viral Air Sungai Ombilin Biru Kehijauan Mirip Aare Swiss, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya
BTS terdampak tersebar di Agam (45), Pasaman (37), Padang Pariaman (18), Solok (14), Kota Padang (12), Kota Solok (5), Pasaman Barat (5), Pariaman (3), Tanah Datar (2), serta satu lokasi masing-masing di Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan Sijunjung.
Operator telekomunikasi telah memulihkan 39 BTS dan pemulihan diperkirakan terus meningkat.
Selain itu, Balai Monitor mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Singgalang yang menjangkau 9 hingga 10 kabupaten/kota untuk mendukung komunikasi darurat berbagai instansi.(CR6)
Editor : Hendra Efison