Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Catat 24 Gempa Sepekan di Sumbar, Dua Dirasakan di Padangpanjang dan Solok

Heri Sugiarto • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:49 WIB

Peta Sebaran Gempa Sumbar 5–11 Desember 2025: Bintang Kuning menandai lokasi gempabumi yang dirasakan di Padang Panjang dan Solok, lingkaran merah menunjukkan episenter gempa.(Foto: BMKG)
Peta Sebaran Gempa Sumbar 5–11 Desember 2025: Bintang Kuning menandai lokasi gempabumi yang dirasakan di Padang Panjang dan Solok, lingkaran merah menunjukkan episenter gempa.(Foto: BMKG)
PADEK.JAWAPOS.COM-BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang mencatat 24 gempa bumi terjadi di Sumbar sepanjang periode 5–11 Desember 2025. Dua dari 24 gempa dirasakan di Kota Padangpanjang dan Kabupaten Solok.

Data tersebut disampaikan berdasarkan analisis BMKG melalui peta sebaran episenter dan laporan gempabumi dirasakan sepekan terakhir.

Gempa yang dirasakan terjadi pada Selasa (9/12/2025) pukul 20.24.27 WIB dengan magnitudo M2,8. Episenter berlokasi di darat, sekitar 2 kilometer tenggara Padangpanjang, pada koordinat 0,49 LS dan 100,41 BT dengan kedalaman 5 kilometer. BMKG melaporkan guncangan dirasakan pada intensitas II–III MMI di wilayah Padangpanjang.

Gempa dirasakan kedua terjadi pada Rabu (10/12/2025) pukul 02.48.27 WIB dengan magnitudo M4,7. Pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer barat daya Kabupaten Solok, pada koordinat 0,59 LS dan 100,71 BT. Gempa ini memiliki kedalaman 10 kilometer dan dirasakan lebih kuat dengan intensitas III–IV MMI di Kabupaten Solok, serta II–III MMI di Kota Padang dan Kota Solok.

BMKG juga merilis peta sebaran episenter gempabumi yang menunjukkan aktivitas dipicu oleh subduksi Lempeng Samudera Hindia–Eurasia dan pergerakan Sesar Sumatera di daratan. 

Sepanjang periode pemantauan, tercatat 24 gempabumi, terdiri atas: 15 gempa dengan magnitudo di bawah M3, dan 9 gempa pada rentang M3–M5. Tidak ada gempa bermagnitudo di atas M5. Magnitudo maksimum tercatat M4,2 dan minimum M1,9.

Dari aspek kedalaman, sebanyak 22 gempa berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, 2 gempa pada kedalaman 60–300 kilometer.

Namun, tidak ada gempa dalam kategori kedalaman lebih dari 300 kilometer. Kedalaman maksimum tercatat 217 kilometer, sedangkan minimum 1 kilometer

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa mayoritas gempa yang terekam merupakan gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah.

“Dua kejadian tercatat dirasakan masyarakat di Padangpanjang dan Kabupaten Solok. Pola sebaran gempa menunjukkan aktivitas pada zona subduksi dan Sesar Sumatera yang merupakan sumber utama kegempaan di wilayah ini,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG sebagai rujukan utama terkait aktivitas gempabumi di Sumatera Barat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#zona subduksi #24 gempabumi #gempa sumbar #BMKG Padangpanjang #Sesar Sumatera #Suaidi Ahadi