Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BBM Tersendat, Antrean Panjang Kendaraan Terjadi di Sejumlah SPBU Sumbar

Irfan R Rusli • Selasa, 16 Desember 2025 | 10:38 WIB

MASIH PERBAIKAN: Jalan nasional Padang-Bukittinggi di kawasan Lembahanai, Kabupaten Tanahdatar, baru bisa dilewati kendaraan roda dua kemarin. Hari ini akan diuji coba untuk roda empat.
MASIH PERBAIKAN: Jalan nasional Padang-Bukittinggi di kawasan Lembahanai, Kabupaten Tanahdatar, baru bisa dilewati kendaraan roda dua kemarin. Hari ini akan diuji coba untuk roda empat.

PADEK.JAWAPOS.COM-ANTRIAN panjang kendaraan di SPBU masih terlihat di sejumlah daerah di Sumbar. Setidaknya, ini sudah berlangsung dalam sepekan terakhir.

Salah satunya di Kabupaten Limapuluh Kota. Pantauan Padang Ekspres di SPBU Tanjungpati, Kecamatan Harau, Senin (15/12), antrian kendaraan, khususnya angkutan barang, tampak mengular hingga ke badan jalan.

Sejumlah pengendara terlihat menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, terutama jenis solar.

Tony, 36, supervisor SPBU di wilayah tersebut menjelaskan, pengiriman BBM dari Depot Pertamina Padang saat ini hanya dapat dilakukan melalui jalur Sitinjaulauik. Jalur tersebut memiliki keterbatasan kapasitas dan waktu tempuh yang lebih lama dibanding jalur utama.

“Dalam kondisi normal satu unit truk tangki BBM biasanya dapat menyuplai dua hingga tiga SPBU sekaligus. Namun akibat keterbatasan akses dan keterlambatan perjalanan, distribusi ke beberapa SPBU harus tertunda,” ungkapnya, kemarin.

Biasanya, terang dia, satu truk bisa mengisi dua sampai tiga SPBU. Sekarang karena perjalanan lebih lama, jadwal suplai bergeser dan berdampak pada kekosongan BBM.

Selain faktor distribusi, penumpukan kendaraan di SPBU juga dipicu kepanikan konsumen. Dia menyebut, praktik panic buying menyebabkan BBM yang pasokannya sudah terganggu menjadi semakin cepat habis. “Akibatnya tidak semua konsumen bisa mendapatkan BBM,” tambahnya.

Herman, 45, salah seorang sopir truk yang sedang mengantre solar di SPBU Tanjungpati mengaku telah menunggu lebih dari empat jam. Ia mengatakan kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas pekerjaannya. 

“Biasanya tidak selama ini. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan kami jelas terhambat,” tekan dia.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan. Tony mengatakan pihak SPBU bersama Pertamina melakukan langkah antisipasi dengan mendatangkan bantuan pasokan dari depot lain di luar Sumatera Barat.

Langkah ini diambil sebagai solusi sementara terhambat pasokan dan mengatasi kelangkaan pasokan.

“Saat ini kami juga mendapat bantuan pasokan dari Depot Siak dan Dumai. Ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota selama distribusi dari Padang masih terganggu,” katanya.

Pihak SPBU memastikan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait agar distribusi BBM kembali normal. Masyarakat diimbau tetap tertib saat mengantre dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar BBM yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Terpisah, distribusi BBM ke Kabupaten Dharmasraya juga kembali mengalami gangguan. Menurut salah satu pengelola SPBU yang namanya enggan disebutkan, keterlambatan pasokan BBM sudah beberapa kali terjadi dan berdampak langsung pada ketersediaan stok di SPBU.

“Seharusnya truk tangki datang pagi atau siang, tapi baru sampai malam, bahkan keesokan harinya. Ini tentu mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ucap dia.

Biasanya dalam satu hari ia dapat kiriman BBM berkisar 16 KL hingga 24 KL. Tapi dengan sering terlambat pasokan, membuat stok habis. “Jika sudah begitu kendaraan akan antri di SPBU,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat distribusi terlambat, stok BBM jenis tertentu seperti Pertalite dan Solar cepat habis karena tingginya permintaan.

Kondisi ini membuat antrean kendaraan di SPBU tidak terhindarkan dan memicu keluhan dari konsumen. “Terkadang kami meminta bantuan distribusi ke provinsi tetangga, Jambi,” katanya.

Hal senada di jelaskan pengelola SPBU lainnya di Pulaupunjung, tidak bisa di pungkiri macetnya jalan Sitinjau tersebut berimbas kepada distribusi BBM ke SPBU yang dia kelola.

“Memang akhir-akhir ini pasokan BBM sering terlambat bahkan ada yang tidak datang. Biasanya pasokan datang setiap hari. Jika sudah begitu, kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menunggu. Biasanya setiap hari kami dapat pasokan antara 12 ton hingga 12 ton BBM jenis pertalite,” urainya.

Uji Coba Lembahanai

Di sisi lain, ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi via Lembahanai yang sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor diputuskan dibuka secara uji coba untuk kendaraan roda empat.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan asesmen bersama instansi terkait pada Senin (15/12).

Bupati Tanahdatar Eka Putra, didampingi Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dan PPK 1.1 BPJN Provinsi Sumatera Barat Noor Arias Syamsul, menyampaikan bahwa jalur tersebut akan dibuka untuk kendaraan roda empat mulai 16 hingga 21 Desember 2025, dengan waktu operasional pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Beberapa hari lalu jalur ini sudah diuji coba untuk kendaraan roda dua. Hari ini kami sampaikan kepada masyarakat Sumatera Barat bahwa jalur Lembahanai akan mulai dibuka untuk kendaraan roda empat pada 16 sampai 21 Desember, pukul 16.00 WIB sampai 09.00 WIB,” kata Eka Putra.

Ia menjelaskan, pembukaan jalur dilakukan secara terbatas karena masih terdapat dampak bencana yang menyebabkan amblasnya badan jalan di sejumlah titik.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menambahkan, selama masa uji coba diberlakukan sistem buka tutup.

“Mulai 16 Desember pukul 16.00 WIB sampai 09.00 WIB . Hal ini dilakukan karena masih ada satu titik rawan yang harus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, uji coba dilakukan karena pihak HKI masih melaksanakan pekerjaan perbaikan pada siang hari untuk percepatan penyelesaian. Targetnya, jalur tersebut dapat difungsikan secara penuh pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Selama masa uji coba, aparat kepolisian dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. (cr7/ita)

Editor : Novitri Selvia
#Lembahanai #Pulaupunjung #Polres Padangpanjang #SPBU Tanjungpati #Eka Putra #AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro #bbm langka