Sebanyak 250 paket bantuan terdiri dari rendang, sembako, dan pakaian layak pakai dibagikan kepada warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Dari jumlah tersebut, 150 paket rendang diberikan khusus kepada warga Jorong Labueh Maninjau, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan banjir bandang.
Hampir seluruh rumah warga di jorong tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus, memaksa mereka kehilangan tempat tinggal dan menghadapi keterbatasan air bersih, penerangan, serta kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Nevi Zuairina menjelaskan bahwa bantuan rendang dipilih untuk memenuhi kebutuhan gizi para penyintas. “Dalam kondisi darurat, warga seringkali hanya mengandalkan makanan instan. Rendang merupakan makanan andalan, juga simbol kehangatan, kekuatan, dan perhatian. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita tetap mendapatkan asupan yang lebih bergizi di tengah situasi sulit ini,” ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR RI itu menambahkan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan melalui proses gotong royong bersama berbagai elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, hingga penyaluran rendang dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Nevi juga menyampaikan apresiasi kepada MPZ Jabal Nur dan Khaira Aqiqah atas keterlibatan aktif mereka dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, sinergi antara wakil rakyat dan lembaga sosial sangat penting untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Bencana ini menyisakan luka yang tidak ringan, baik secara fisik maupun batin. Kehadiran kita, sekecil apa pun, harus menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri. Insya Allah, kepedulian ini menjadi jalan untuk meringankan beban dan memulihkan harapan warga,” tutup Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto