Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Murdo Danang Laksana, menyampaikan sejumlah capaian strategis, mulai dari digitalisasi layanan paspor hingga dinamika perlintasan orang di wilayah Sumatera Barat.
Sepanjang 2025, Imigrasi Padang mencatat 44.433 permohonan paspor. Dari jumlah tersebut, 39.655 pemohon memilih Paspor Elektronik (E-Paspor) 48 halaman.
“Dominasi E-Paspor menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kemudahan dan keunggulan layanan keimigrasian berbasis teknologi,” ujar Murdo.
Ia menjelaskan, tujuan permohonan paspor masih didominasi untuk keperluan pariwisata.
Selain itu, kebutuhan untuk ibadah umrah dan haji, pendidikan, serta pengobatan ke luar negeri juga tercatat stabil.
Dari sisi mobilitas internasional, total perlintasan orang di Sumatera Barat sepanjang 2025 mencapai 496.361 orang.
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencatat 482.442 perlintasan, sedangkan Pelabuhan Teluk Bayur sebanyak 13.919 perlintasan.
Berdasarkan kewarganegaraan, pelintas asing terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Australia.
Kinerja anggaran Imigrasi Padang juga mencatat hasil positif. Hingga 18 Desember 2025, realisasi anggaran mencapai 94,49 persen atau Rp11,13 miliar dari pagu Rp11,78 miliar.
Sejumlah prestasi nasional turut diraih, di antaranya Terbaik I Pengelolaan Majalah pada Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII) dan Terbaik II Implementasi DIGIPAY Semester I 2025.
Dalam forum tersebut, Murdo juga menyoroti persoalan administrasi perkawinan campur. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur hukum yang berlaku.
“Perkawinan beda kewarganegaraan wajib dilaporkan ke Dinas Catatan Sipil dan Imigrasi. Jika tidak tercatat, dampaknya serius terhadap status hukum dan hak anak,” tegasnya.
Imigrasi Padang menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat pengawasan, serta memperluas inovasi digital pada 2026.(*)
Editor : Hendra Efison