Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

87 KK Mengungsi Pascabanjir Maninjau, Jalur Lubukbasung-Bukittinggi kembali Normal

Putra Susanto • Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:38 WIB

 

Akses Lubukbasung-Bukittinggi yang tertutup material galodo di Pasa Maninjau, Tanjungraya, berhasil dibersihkan dan lalu lintas kembali normal, Jumat (26/12).
Akses Lubukbasung-Bukittinggi yang tertutup material galodo di Pasa Maninjau, Tanjungraya, berhasil dibersihkan dan lalu lintas kembali normal, Jumat (26/12).
PADEK.JAWAPOS.COM-Jalur utama Lubukbasung-Bukittinggi kembali normal usai tertutup material galodo (banjir bandang) di Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut sebanyak 87 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau tidak dapat ditempati akibat dipenuhi material banjir.

Warga setempat, Rudi Yudistira, mengatakan akses jalan sudah mulai dibuka sejak Jumat (26/12) pagi dengan sistem buka-tutup. Seiring pembersihan material yang terus dilakukan, kondisi jalan kembali normal pada Jumat sore. ”Sejak pagi sudah bisa dilewati bergantian, dan sore ini sudah normal,” kata Rudi.

Menurutnya, dua unit alat berat dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material lumpur, batu, dan kayu yang menutup badan jalan akibat luapan Sungai Batang Muaro Pisang. Proses pembersihan telah rampung dan alat berat sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Sementara itu, warga terdampak banjir bandang untuk sementara mengungsi di Ruang Belajar Gedung Atas SMAN 1 Tanjungraya dan Masjid Raya SMPN 1 Tanjungraya. Lokasi tersebut disiapkan sebagai tempat penampungan sementara sambil menunggu proses pembersihan permukiman dan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Maninjau pada Kamis (25/12) siang memicu banjir bandang yang membawa material berat hingga menutup total jalur Maninjau–Lubukbasung. Banjir juga sempat menggenangi permukiman warga serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, sehingga dilakukan evakuasi sementara terhadap warga binaan.

Dengan normalnya kembali akses jalan, arus lalu lintas dari dan menuju Maninjau berangsur lancar. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Pemerintah daerah juga terus menyiagakan alat berat di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, serta mempercepat penanganan jika kembali terjadi penumpukan material di badan jalan akibat hujan deras.

 Percepat Pembangunan Huntara di Bancah

Di sisi lain, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal turun langsung meninjau lokasi rencana sekaligus lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana Nagari Maninjau, kemarin.

Dalam perjalanan menuju lokasi huntara, Wabup Agam menyempatkan diri berhenti dan menyapa masyarakat yang ditemuinya di sepanjang jalur. Ia beramah-tamah dengan warga sekaligus memastikan kondisi serta ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak tetap aman dan mencukupi.

Pada kesempatan itu, Wabup Iqbal mengimbau masyarakat agar tidak segan menyampaikan apabila terdapat kekurangan logistik maupun kebutuhan lainnya. Ia meminta warga segera mengkomunikasikan hal tersebut melalui wali nagari dan camat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Usai berinteraksi dengan masyarakat, Wabup Iqbal melanjutkan peninjauan ke lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan huntara. Ia menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.

”Persiapan lokasi harus segera diselesaikan. Koordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) agar pembangunan huntara ini bisa segera dimulai,” tegasnya kepada Camat Tanjungraya.

Selain itu, Wabup Iqbal juga meminta camat untuk lebih intens melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak, khususnya terkait rencana relokasi dari lokasi yang dinilai tidak aman. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.

Sementara itu, Camat Tanjungraya, Al Hafidz, menjelaskan huntara yang akan dibangun di Bancah, Nagari Maninjau, tidak hanya diperuntukkan bagi warga Nagari Maninjau, tetapi juga akan dihuni oleh warga dari Nagari Sungaibatang yang turut terdampak bencana. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#Pascabanjir #agam #bukittinggi #banjir bandang #maninjau