Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 09.11.43 WIB dengan magnitudo 4,6. Disusul gempa kedua bermagnitudo 4,7 tak lama kemudian.
Kedua gempa tersebut berpusat di darat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Episenter gempa berada di wilayah Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, atau sekitar 18 kilometer timur laut Kabupaten Agam.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah kecamatan di Agam, bahkan hingga Kota Bukittinggi. Sejumlah warga yang berada di dalam rumah dilaporkan berhamburan keluar dan berkumpul di halaman bangunan karena khawatir terjadi gempa susulan.
Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Palembayan, wilayah yang sebelumnya juga terdampak galodo. Beberapa rumah warga mengalami keretakan pada dinding dan tiang bangunan akibat guncangan gempa. Kerusakan tersebut menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat kondisi bangunan di wilayah tersebut sebagian sudah melemah pascabencana sebelumnya.
Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat dan juga relawan banjir bandang Salarehaia, Palembayan, Agam Fortito yang tengah bertugas di lokasi banjir bandang Palembayan mengaku terkejut saat gempa terjadi. Getaran dirasakan cukup kuat dan berlangsung beberapa detik.
Ia mengatakan gempa menyebabkan kerusakan tambahan pada bangunan yang sebelumnya sudah dalam kondisi rentan. ”Sekitar pukul 09.15 WIB kami merasakan gempa cukup kuat. Warga kaget dan langsung keluar rumah. Beberapa rumah di sekitar posko mengalami retak-retak, bahkan dinding dapur umum sudah condong dan tiangnya bengkok,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, relawan bersama aparat nagari dan tokoh masyarakat segera melakukan langkah evakuasi terhadap warga yang tinggal di rumah dengan tingkat kerusakan cukup parah. Warga diminta menjauh dari bangunan dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu Tekan Pendapatan Pedagang Es di Pantai Air Bangis saat Nataru 2026
Sebagai langkah tanggap darurat, MDMC Sumatera Barat mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di Jorong Kotoalam, Nagari Salarehaia, Kecamatan Palembayan. Posko tersebut direncanakan akan beroperasi selama satu bulan ke depan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasukmakanan, layanan kesehatan ringan, serta pendampingan psikososial.
”Saat ini fokus kami adalah evakuasi masyarakat, memastikan warga berada di lokasi aman, dan memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan, rumah, maupun fasilitas lainnya akibat gempa yang terjadi dua kali tersebut. Meski demikian, BPBD Agam masih melakukan pendataan ke pemerintah nagari. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah terdampak dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hingga Minggu siang, belum ada laporan korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (*)
Editor : Eri Mardinal