Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi gerakan literasi dan penguatan jejaring penggiat literasi di berbagai daerah Sumatera Barat.
Sekitar 50 penggiat literasi dari tujuh kabupaten dan kota menghadiri pertemuan tersebut.
Sejumlah daerah belum dapat mengirimkan perwakilan akibat dampak bencana alam.
Pertemuan ini menandai peran RBL KANIAK sebagai ruang temu komunitas literasi di Kabupaten Limapuluh Kota.
Lokasi kegiatan dipilih sebagai bentuk kepercayaan Forum TBM Sumbar terhadap kiprah RBL KANIAK.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Pembina TBM Sumbar Eva, Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat Rahmad, serta Bunda Literasi Kabupaten Limapuluh Kota Yanti Safni Sikumbang.
Dari sisi pendanaan, kegiatan mendapat dukungan dana Rp1 juta dari Bupati Limapuluh Kota dan Rp3,2 juta dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Dana digunakan untuk mendukung kebutuhan teknis kegiatan.
Ketua Rumah Baca dan Literasi KANIAK, Yosi, mengatakan pertemuan ini menjadi momentum memperluas kolaborasi literasi antarkomunitas.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi ide dan memperkuat jejaring antar komunitas literasi,” ujar Yosi.
Bunda Literasi Kabupaten Limapuluh Kota, Yanti Safni Sikumbang, mengapresiasi peran aktif RBL KANIAK dalam menghidupkan budaya baca di masyarakat.
“Rumah baca dan taman bacaan diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat,” kata Yanti.
Ketua Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Hasari, menyebut pertemuan ini sebagai tonggak awal penguatan koordinasi penggiat literasi di Sumatera Barat.
“Forum TBM Sumbar akan menjadi ruang bersama untuk berbagi dan menguatkan gerakan literasi,” ujarnya.
Kegiatan diisi dengan sesi berbagi praktik baik pengelolaan TBM dari berbagai daerah. Forum TBM Sumbar dan RBL KANIAK sepakat memperkuat kolaborasi literasi berbasis komunitas. (CR8)
Editor : Hendra Efison