Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rangkaian gempa terjadi dalam rentang waktu pukul 11.42 hingga 12.21 WIB.
Kekuatan gempa tercatat bervariasi dengan magnitudo antara 2,7 hingga 3,6.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengonfirmasi bahwa pemicu rangkaian getaran ini adalah aktivitas sesar aktif Segmen Suliti.
Segmen ini merupakan bagian dari sistem Sesar Sumatera (Great Sumatran Fault).
"Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif Segmen Suliti. Segmen ini sudah cukup lama tidak menunjukkan aktivitas dan saat ini kembali aktif," ujar Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2026).
Secara geografis, Segmen Suliti membentang dari kawasan Danau Diatas dan Danau Dibawah di Kabupaten Solok menuju arah tenggara hingga mendekati Gunung Kerinci.
Hingga saat ini, BMKG masih melakukan analisis mendalam untuk memetakan potensi dampak lanjutan dari aktifnya kembali segmen tersebut.
Hal ini dikarenakan Segmen Suliti memiliki catatan sejarah kegempaan yang perlu diteliti ulang.
"Karena sudah lama tidak aktif, kami masih perlu melakukan analisis lanjutan terkait sejarah aktivitasnya," lanjut Suaidi.
Terkait potensi dampak atau risiko gempa susulan yang lebih besar, BMKG belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah.
"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh terkait potensi dampaknya," pungkasnya.(CR8)
Editor : Hendra Efison