Kepala SPTN Wilayah I BBTNKS David mengatakan keputusan ini diambil setelah pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan meningkat signifikan.
“Tercatat 101 gempa vulkanik dangkal, 14 gempa vulkanik dalam, 27 gempa hembusan, 26 gempa frekuensi rendah, 21 gempa hybrid, 1 gempa tektonik jauh, 21 gempa tektonik lokal, dan 1 gempa terasa dengan intensitas I MMI,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian resmi, yaitu Jalur R.10 Kersik Tuo di Kabupaten Kerinci dan Jalur Camping Ground Bukit Bontak di Kabupaten Solok Selatan.
BBTNKS juga mengimbau masyarakat menjauhi aktivitas dekat kawah puncak Gunung Kerinci.
“Pendakian Gunung Kerinci untuk tujuan wisata atau pendakian ditutup sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” katanya.
Badan Geologi menetapkan aktivitas Gunung Kerinci berada pada level II (waspada). Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
“Potensi bahaya saat ini berupa gas vulkanik konsentrasi tinggi dan lontaran batuan jika terjadi erupsi,” sambung David.
Ia menambahkan, penutupan juga mempertimbangkan meningkatnya sampah anorganik pascalibur Natal dan tahun baru akibat lonjakan jumlah pendaki pada akhir 2025.
BBTNKS memastikan seluruh pendaki yang masih berada di jalur telah dipantau untuk turun dengan aman.
“Hari ini tidak ada pendaki yang naik. Pendaki yang kemarin naik sudah posisi turun, tetapi belum sampai pintu rimba dan masih dipantau,” tutupnya.(CR8)
Editor : Hendra Efison