Laporan itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana melalui zoom dari Padang, Jumat (9/1/2026).
Mahyeldi mengatakan jumlah warga terdampak mencapai 296.345 jiwa.
“Sebanyak 264 meninggal dunia, 72 hilang, 401 luka-luka, dan 10.854 jiwa mengungsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan data kebencanaan tersebut dapat diakses publik melalui dashboard satu data kebencanaan di laman dashboardbencana.sumbarprov.go.id.
Menurutnya, platform itu disiapkan untuk memastikan transparansi dan percepatan penanganan.
“Dashboard kebencanaan ini menjadi instrumen penting agar setiap kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis data akurat. Dengan data yang terbuka dan terintegrasi, proses penanganan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Mahyeldi.
Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi kesiapan Pemprov Sumbar dalam pendataan dan penanganan darurat bencana.
Ia menilai dashboard satu data kebencanaan mempermudah koordinasi lintas sektor.
“Dashboard ini mempermudah koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap tahapan rehab-rekon termonitor dengan baik dan penggunaan anggaran lebih efektif,” ujar Tito.
Tito menambahkan, tahap awal pemulihan pascabencana akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan. “Sementara yang lainnya akan menyusul setelah itu,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison