Krisis air bersih terjadi akibat kerusakan ekosistem hulu sungai pascabanjir bandang akhir November 2025 yang memutus aliran sungai dan jaringan irigasi utama.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang Raju Minropa melaporkan kekeringan berdampak langsung pada masyarakat di empat kecamatan, yakni Kuranji, Pauh, Nanggalo, dan Koto Tangah.
Ia menjelaskan pergeseran aliran sungai menyebabkan jaringan irigasi terputus sehingga mengganggu sektor pertanian dan kebutuhan rumah tangga.
“Banyak sumur warga mengering sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari,” kata Raju dalam rapat tersebut.
Raju menyebutkan Pemerintah Kota Padang telah melakukan langkah darurat, antara lain suplai air bersih menggunakan mobil tangki, pembangunan sumur bor dangkal, serta pembangunan hidran umum yang terhubung dengan jaringan pipa PDAM.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Mahyeldi menegaskan penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Kondisi ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. Kekeringan harus segera kita atasi agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Mahyeldi.
Ia merujuk informasi BMKG yang memprediksi cuaca panas masih akan berlangsung hingga akhir Januari sampai awal Februari 2026.
Mahyeldi menekankan pentingnya pemetaan detail titik-titik permasalahan penyediaan air bersih agar intervensi tepat sasaran.
“Kita harus memastikan di mana saja titik yang bermasalah. Dari situ, kita perkuat dan optimalkan langkah penanganannya,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan potensi munculnya persoalan sosial jika krisis air bersih berlangsung lama.
“Saya berharap jangan sampai ada warga yang berebut air bersih. Itu bisa memicu masalah baru, sehingga persoalan ini harus segera kita selesaikan bersama,” katanya.
Pemprov Sumbar menargetkan penanganan kekeringan di Kota Padang selesai sebelum memasuki bulan Ramadan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah tanpa terkendala kebutuhan air bersih.
Rapat koordinasi turut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, para kepala OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, Direktur PDAM Kota Padang, Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar.(*)
Editor : Hendra Efison