Kegiatan ini diikuti Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Kloter, Petugas Haji Daerah, Pembimbing Ibadah KBIHU, serta Tenaga Kesehatan Haji Kloter sebagai persiapan pelayanan jamaah haji Sumbar.
Pembukaan diklat ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan petugas haji, kemudian dilanjutkan dengan pembekalan materi serta pelatihan lapangan yang telah disusun panitia.
Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar fasilitas untuk beribadah, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh.
“Petugas haji bukan untuk santai. Standar mesti dinaikkan dan kedisiplinan diperkuat agar petugas benar-benar hadir melayani jamaah di lapangan,” ujar Harun Al Rasyid.
Ia menekankan kesiapan fisik, mental, dan komitmen pelayanan menjadi kunci utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib.
Diklat PPIH Terapkan Pendekatan Semi Militer
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Rifki, menjelaskan bahwa Diklat PPIH tahun ini menerapkan pendekatan semi militer dengan dukungan TNI.
Pendekatan tersebut bertujuan membentuk disiplin, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental para petugas sebelum diterjunkan ke lapangan.
Menurut Rifki, pola pelatihan ini dirancang untuk memastikan petugas mampu bekerja dalam tekanan, menjaga koordinasi, serta menjalankan tugas sesuai standar pelayanan haji.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang menitikberatkan pada kedisiplinan, ketahanan fisik, dan pemahaman peran masing-masing selama operasional haji.
Gubernur Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab Moral
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa pelaksanaan diklat merupakan momentum penting dalam menyiapkan petugas haji yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Tugas ini adalah pengabdian sekaligus ibadah. Jamaah haji adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan bahwa pelayanan ibadah haji mencakup pendampingan ibadah, kesehatan, keamanan, serta ketenangan batin jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
Mahyeldi mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga niat sejak awal dan tidak menjadikan tugas sebagai rutinitas atau sarana kepentingan pribadi.
“Yang kita bawa adalah amanah dan nama baik daerah. Jalankan tugas ini dengan ikhlas, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Melalui Diklat PPIH Embarkasi Sumbar 1447 H/2026 M ini, pemerintah berharap seluruh petugas siap menjalankan peran pelayanan jamaah haji secara profesional dan bertanggung jawab.(*)
Editor : Hendra Efison