Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi Sore Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 Kilometer

Randi Zulfahli • Senin, 9 Februari 2026 | 17:40 WIB

Gunung Marapi erupsi Senin sore pukul 17.00 WIB. PVMBG menetapkan status Level II Waspada dan melarang aktivitas radius 3 km.
Gunung Marapi erupsi Senin sore pukul 17.00 WIB. PVMBG menetapkan status Level II Waspada dan melarang aktivitas radius 3 km.
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meningkat setelah terjadi erupsi pada Senin (9/2/2026) sore pukul 17.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan pemantauan pos pengamatan.

Erupsi tercatat oleh alat seismograf, namun tinggi kolom abu tidak teramati secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Marapi.

Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Erupsi Terekam Seismograf dengan Durasi 35 Detik

Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, membenarkan terjadinya erupsi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa data seismogram menunjukkan adanya gempa letusan dengan amplitudo maksimum 24,3 milimeter.

“Berdasarkan seismogram, erupsi tercatat dengan amplitudo maksimum 24,3 mm dan durasi sekitar 35 detik,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

Meski aktivitas letusan terdeteksi jelas melalui instrumen, pengamatan visual dari pos tidak memperlihatkan kolom abu.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca dan keterbatasan jarak pandang.

PVMBG menegaskan pemantauan aktivitas Gunung Marapi terus dilakukan secara intensif.

Seluruh data kegempaan dan visual menjadi dasar dalam penyampaian rekomendasi kepada masyarakat.

PVMBG Keluarkan Rekomendasi Keselamatan Warga

Seiring peningkatan aktivitas, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Warga di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh arahan resmi.

“Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan pengunjung dilarang keras memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek,” kata Ahmad Rifandi.

Selain potensi erupsi, PVMBG juga mengingatkan ancaman lanjutan berupa banjir lahar dingin.

Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Marapi diminta waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat abu vulkanik, masyarakat diimbau menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA.

PVMBG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi resmi hanya dikeluarkan oleh instansi berwenang melalui pemerintah daerah atau aplikasi MAGMA Indonesia.

Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi dan Badan Geologi.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan penyampaian informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#erupsi gunung marapi #aktivitas vulkanik gunung marapi #status Gunung Marapi Waspada