Andree Algamar sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Padang, dan pernah menjadi Penjabat Wali Kota Padang.
Mahyeldi menegaskan jabatan yang diemban di Biro Umum Pemprov Sumbar bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah dengan tanggung jawab moral dan spiritual.
“Jabatan ini bukan sekadar kepercayaan administratif, tetapi tanggung jawab moral dan spiritual. Terlebih menjelang Ramadhan, ini menjadi pengingat bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, seluruh proses pengisian jabatan telah melalui mekanisme sistem merit, dengan mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, dan kebutuhan organisasi.
Ia menekankan pentingnya menempatkan orang tepat pada posisi yang tepat untuk membangun birokrasi yang kuat.
Mahyeldi juga mengingatkan peran strategis Biro Umum sebagai tulang punggung kelancaran administrasi dan dukungan teknis pimpinan. Fungsi bironya sangat menentukan efektivitas pelaksanaan tugas kepala daerah.
“Jika Biro Umum tertib dan sigap, kerja pimpinan akan lebih efektif. Sebaliknya, jika lamban dan tidak presisi, kebijakan yang baik pun bisa terhambat,” jelas Mahyeldi.
Selain itu, gubernur menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan. Loyalitas harus sejalan dengan kepatuhan terhadap aturan.
“Loyalitas itu penting, tetapi harus berjalan bersama integritas. Jangan ada toleransi terhadap hal-hal yang menyimpang dari aturan,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto