Lokasi Episenter dan Pemicu Gempa
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 0,42° LS dan 98,98° BT.
Titik tersebut terletak di laut pada jarak 111 kilometer barat daya Pasaman Barat, dengan kedalaman hiposenter 24 kilometer.
Rahmat menjelaskan bahwa gempa tergolong dangkal berdasarkan kedalamannya.
Menurut BMKG, pemicu guncangan berasal dari aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," ungkapnya.
Dampak Guncangan dan Intensitas
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan intensitas III MMI pada sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Pulau-Pulau Batu Timur, Nias Selatan, Siberut Barat, dan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. Skala III MMI menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, dengan sensasi menyerupai truk besar melintas.
Hingga laporan ini disusun, BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan akibat guncangan tersebut.
Hasil pemodelan resmi BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Tidak Ada Aftershock dan Imbauan BMKG
BMKG juga melaporkan bahwa hingga pukul 01.25 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui aplikasi seluler, situs web, serta kanal media sosial resmi BMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto