Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mudik Lebaran 2026: Sopir Bus Keluhkan Jalan Rusak di Sijunjung dan Dharmasraya

Mengki Kurniawan • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:06 WIB

Fen Nareh, Salah seorang sopir AKAP NPM ketika berada di kantor NPM, Padang, Kamis (26/2/2026).
Fen Nareh, Salah seorang sopir AKAP NPM ketika berada di kantor NPM, Padang, Kamis (26/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang tinggal hitungan hari, para sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah Fen Nareh (55), sopir senior dari perusahaan otobus Nusantara Penumpang Motor (NPM) dengan rute Kota Padang–Jakarta.

Ditemui pada Kamis (26/2/2026), Fen mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang biasanya mulai terasa sejak H-10 Lebaran. Pada periode tersebut, sopir dituntut menjaga stamina fisik sekaligus memastikan kesiapan armada agar perjalanan ribuan kilometer di lintas Sumatera dapat ditempuh dengan aman dan tepat waktu.

Fen bukan wajah baru di jalur tersebut. Selama 12 tahun terakhir, ia mengemudikan bus NPM melintasi berbagai provinsi di Pulau Sumatera hingga menuju ibu kota. Pengalaman panjang itu membuatnya hafal karakter jalan, titik rawan, hingga pola kepadatan arus kendaraan setiap musim mudik.

Namun, pengalaman itu pula yang membuatnya prihatin terhadap kondisi keamanan di lintas Sumatera yang dinilainya semakin kompleks. Salah satu persoalan klasik yang belum terselesaikan adalah aksi vandalisme berupa pelemparan batu ke arah bus.

“Persoalan paling berat dan klasik itu maraknya oknum yang melempar kaca bus dengan batu. Ini sering terjadi dari keluar Sumbar sampai ke Palembang. Tidak jarang penumpang dan sopir menjadi korban luka akibat pecahan kaca atau hantaman batu,” ujar Fen.

Ia menyebut aksi tersebut kerap terjadi sejak keluar wilayah Sumatera Barat hingga memasuki kawasan Palembang. Hingga kini, motif pelaku belum jelas dan kasusnya jarang terungkap. Kondisi itu membuat para sopir merasa keselamatan mereka belum sepenuhnya terjamin.

Fen berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli, terutama di titik-titik sepi yang rawan aksi kriminal. Baginya, keamanan penumpang adalah prioritas utama, namun ketenangan sopir saat mengemudi juga sangat bergantung pada jaminan keamanan sepanjang jalur mudik.

Selain faktor keamanan, infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Ia menilai rambu-rambu lalu lintas di sepanjang rute sebenarnya cukup memadai, namun banyak yang rusak atau tidak lagi berfungsi optimal.

Kerusakan jalan turut menjadi kendala serius. Fen menyoroti sejumlah titik di wilayah Sijunjung dan Dharmasraya yang menurutnya membutuhkan perhatian pemerintah. Lubang besar di badan jalan kerap memperlambat laju kendaraan dan berpotensi memicu kecelakaan.

“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan rusak, seperti di Sijunjung dan Dharmasraya. Selain itu, petugas perlu rutin melakukan patroli agar kami merasa dilindungi selama di perjalanan,” tambahnya.

Kemacetan juga menjadi tantangan rutin setiap musim mudik. Fen menilai koordinasi petugas lalu lintas sangat dibutuhkan, khususnya di persimpangan padat dan kawasan pasar tumpah yang sering menjadi titik perlambatan arus kendaraan besar seperti bus AKAP.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Fen juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap jumlah penumpang yang belum sepenuhnya pulih pascakejadian bencana pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan kru bus yang bergantung pada ramainya arus mudik.

Meski dihadapkan pada risiko keamanan, kondisi jalan yang belum ideal, hingga potensi penurunan penumpang, Fen tetap berkomitmen menjalankan tugasnya. Baginya, mengantar penumpang tiba dengan selamat di kampung halaman adalah tanggung jawab profesional yang harus ditunaikan, apa pun tantangan di lintas Sumatera. (cr3)

Editor : Adetio Purtama
#Mudik Lebaran 2026 #sopir bus #Mengeluh #jalan rusak #dharmasraya #sijunjung