Penutupan penerbangan dilakukan menyusul eskalasi situasi keamanan setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, M. Rifki, menjelaskan bahwa total jamaah umrah yang berangkat dari Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan via Kuala Lumpur Malaysia mencapai sekitar 1.000-an orang setiap pekan, belum termasuk jamaah yang terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Saat ini, terdapat sekitar 1.020 jamaah yang berangkat pada awal Ramadhan lalu dan dijadwalkan kembali pada 5 dan 7 Maret 2026. Rinciannya 840 jamaah berangkat lewat BIM, dan 180 via Malaysia.
“Melihat situasi di Timur Tengah yang belum ada tanda-tanda akan mereda dalam beberapa hari ke depan, 1.020 jamaah tersebut bakal tertahan di Arab Saudi karena penutupan penerbangan oleh otoritas di Timur Tengah,” ujar Rifki ketika dikonfirmasi Padang Ekspres, Senin (2/3/2026) malam.
Kemenhaj Koordinasi dengan Travel dan KJRI
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kemenhaj Sumbar telah meminta seluruh penyelenggara travel umrah yang memberangkatkan jamaah untuk memastikan fasilitas selama jamaah berada di Arab Saudi tetap terpenuhi. Layanan yang dimaksud mencakup akomodasi, pemenuhan kebutuhan harian, serta pendampingan informasi.
Rifki menegaskan bahwa pihaknya dari Kemenhaj terus menjalin komunikasi dengan masing-masing travel untuk memastikan jamaah aman dan tidak mengalami kendala.
“Kami mengimbau keluarga jamaah tidak panik. Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak travel umrah yang membawa jamaah, dan berharap pihak travel umrah juga tetap berkomunikasi dengan pihak KJRI di sana di tengah situasi saat ini,” ujarnya.
Secara nasional, Kemenhaj juga telah berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh untuk memastikan keamanan serta keselamatan jamaah umrah Indonesia selama penutupan penerbangan berlangsung.
Pemberangkatan Jamaah Umrah Dihentikan Sementara
Selain menangani jamaah yang masih di Arab Saudi, Kemenhaj Sumbar juga meminta seluruh travel umrah menghentikan sementara pemberangkatan jamaah baru dari Sumbar hingga situasi di kawasan Timur Tengah kembali stabil.
Biasanya, selain keberangkatan awal Ramadhan, terdapat jamaah yang akan berangkat pada pertengahan bulan puasa dan kembali setelah Idul Fitri.
“Untuk itu, kita meminta travel umrah untuk menghentikan dulu sementara hingga situasi benar-benar aman,” kata Rifki.
Hingga kini, pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan terkait masih memantau perkembangan situasi dan menunggu informasi resmi dari otoritas penerbangan Arab Saudi mengenai kepastian pembukaan kembali rute penerbangan.(*)
Editor : Heri Sugiarto