Berangkat dari kondisi tersebut, Institut Teknologi Padang (ITP) menghadirkan inovasi teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis ekonomi hijau yang memanfaatkan energi matahari. Teknologi tersebut diserahkan kepada masyarakat Gurun Laweh, Selasa (10/3).
Rektor ITP Prof. Dr. Eng. Ir. Maidiawati, ST, M.Eng, IPM, mengatakan inovasi ini lahir dari kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Inovasi ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, yang memadukan pengembangan teknologi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan inovasi teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
”Kami percaya teknologi tidak boleh hanya berhenti di kampus. Teknologi harus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, inovasi ini dikembangkan oleh tim dosen yang dipimpin Hafni, ST, MT dari Prodi Teknik Mesin DIII bersama Asnal Effendi, ST, MT dari Prodi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Sarjana Terapan Fakultas Vokasi, serta Dr. Herix Sonata MS, M.Si dari Prodi Teknik Lingkungan.
”Kami sangat mengapresiasi para dosen yang telah berkontribusi menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, ramah lingkungan, dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Program ini dikoordinatori oleh Ade Ryan Mustaqim dari BEM ITP. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
”Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Melalui kegiatan ini mereka dapat melihat bagaimana ilmu dan teknologi dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Dosen Hafni menyampaikan ide inovasi teknologi pengolahan air bersih ini dilatarbelakangi karena daerah Gurun Laweh salah satu daerah terdampak bencana yang membutuhkan air bersih. Dan dirinya juga memiliki pengalaman dalam membuat alat untuk pengolahan air bersih.
”Kita ingin memberikan ilmu kepada masyarakat bahwasanya air kotor bisa dibersihkan. Jadi ke depan alat ini bisa dicontoh oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan teknologi yang diterapkan mengintegrasikan sistem pengolahan air bersih dengan aquaponic berbasis ekonomi hijau. Konsep ini memungkinkan pemanfaatan air secara efisien untuk budidaya sekaligus kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ramah lingkungan tersebut diharapkan tidak hanya menjawab persoalan air bersih, tetapi juga membuka peluang produktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan.
Selain itu, pihaknya juga memasang panel surya berkapasitas 4x550 WP serta baterai 2x24V 100Ah guna mendukung operasional sistem. Infrastruktur energi tersebut dirancang agar mampu menyuplai kebutuhan listrik secara mandiri.
Terpisah, perwakilan LLDIKTI Wilayah X Bidang Kemahasiswaan Jerry Citra, S.Kom mengatakan LLDIKTI Wilayah X mengapresiasi ITP yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini.
”Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pemulihan pascabencana,” tuturnya.
Ia menyampaikan, kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek melalui program Kemdiktisaintek Berdampak yang menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tapi juga mampu memberikan dampak masyarakat, lingkungan dan Pembangunan daerah.
Melalui program ini mahasiswa didorong terlibat langsung untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan pemulihan bencana menjadi wujud implementasi dari semangat Kemdiktisaintek Berdampak.
”Kami berharap melalui program ini mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus tapi juga dapat mengasah kepedulian sosial, kemampuan kerja sama serta kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, perangkat kelurahan serta semua pihak yang telah membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam mewujudkan perguruan tinggi yang benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata.
Kegiatan penyerahan inovasi teknologi ini turut dihadiri unsur kelurahan, perangkat RT/RW setempat dan perwakilan Kelompok Tani Wardah Nurul Yaqin Mislinda. (*)
Editor : Eri Mardinal