Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan, BPSDM Susun Rencana Kontingensi Hadapi Ancaman Bencana

Hendra Efison • Senin, 6 April 2026 | 16:12 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, membuka pelatihan penyusunan rencana kontingensi bencana Sumbar di Padang, Senin, 6 April 2026.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, membuka pelatihan penyusunan rencana kontingensi bencana Sumbar di Padang, Senin, 6 April 2026.

PADANG — BPSDM Sumatera Barat menggelar pelatihan penyusunan rencana kontingensi bencana di Padang, Senin, 6 April 2026, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah Sumatera Barat.

Pelatihan berlangsung di Aula BPSDM Sumbar dan dihadiri perwakilan Forkopimda, BPBD, akademisi, organisasi kebencanaan, serta unsur pentahelix lainnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengatakan wilayah Sumbar memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik geologi maupun hidrometeorologi.

Baca Juga: Okupansi KA Lembah Anai Tembus 120 Persen Saat Libur Paskah 2026

“Seringnya terjadi bencana di Sumbar menjadi dasar dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana,” kata Mahyeldi saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan dokumen rencana kontingensi diperlukan sebagai pedoman dalam penanganan bencana secara terarah dan terkoordinasi.

Mahyeldi juga menyoroti meningkatnya frekuensi dan dampak bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang pasang dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, Sumatera Barat mengalami bencana hidrometeorologi besar berupa banjir bandang dan longsor akibat curah hujan ekstrem yang dipengaruhi fenomena siklon tropis.

Baca Juga: Melirik Kinerja PT BPR Tjahaya Baru: Naikkan Laba dari Rp205 Juta Menjadi Rp1,01 Miliar

“Dampaknya sangat signifikan, dengan korban jiwa sekitar 264 orang meninggal dunia, puluhan hilang, dan ratusan lainnya luka-luka,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan di Pulau Sumatera, bencana tersebut menyebabkan lebih dari 1.200 korban meninggal dunia dan jutaan warga terdampak.

Mahyeldi menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan perencanaan yang matang, tidak hanya penanganan darurat saat bencana terjadi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 6 April 2026, Waspadai Hujan di Pesisir

“Saya minta seluruh pihak bekerja sama agar dokumen yang disusun berkualitas dan dapat diimplementasikan,” katanya.

Kepala BPSDM Sumbar, Barlius, menyatakan penyusunan dokumen rencana kontingensi penting sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Wilayah kita memiliki ancaman bencana yang beragam, mulai dari gempa, tsunami, banjir, longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan,” ujar Barlius.

Ia menjelaskan dokumen tersebut akan menjadi acuan dalam pengerahan sumber daya, logistik, dan peralatan saat terjadi tanggap darurat.

Baca Juga: Inter Cukur AS Roma 5-2: Nerazzurri Berpesta di Puncak Serie A, Lautaro Martinez Lampaui Boninsegna

Barlius berharap pelatihan ini menghasilkan dokumen yang aplikatif serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan wilayah.

“Dengan keterlibatan pentahelix kebencanaan, diharapkan lahir strategi yang efektif dalam penanggulangan bencana,” katanya.

BPSDM Sumbar menargetkan seluruh peserta memahami metodologi penyusunan rencana kontingensi secara komprehensif guna mendukung sistem penanggulangan bencana yang tangguh di daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
#BPSDM Sumbar #rencana kontingensi bencana #pelatihan penyusunan rencana