PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang mencatat 21 kejadian gempabumi di wilayah pengamatan PGR VI selama periode 1 hingga 7 Mei 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan aktivitas seismik tersebut dipicu oleh pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas Sesar Sumatera.
“Gempabumi yang terjadi di wilayah PGR VI disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas sesar Sumatera,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data BMKG, mayoritas gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil. Sebanyak 15 kejadian tercatat berkekuatan di bawah magnitudo 3, sedangkan enam kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5.
Baca Juga: Puluhan Emak-emak Tambal Jalan Rusak di Tanahdatar, Patungan Demi Keselamatan Anak Sekolah
BMKG mencatat magnitudo terbesar selama periode tersebut mencapai 4,6, sementara magnitudo terkecil berada di angka 1,3.
Dari sisi kedalaman episenter, sebanyak 16 kejadian gempabumi terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara lima kejadian lainnya berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
“Kedalaman maksimum tercatat 183 kilometer dan kedalaman minimum berada di 2 kilometer di bawah permukaan bumi,” jelas Suaidi.
Meski aktivitas gempa mencapai puluhan kali dalam sepekan, BMKG memastikan tidak ada gempabumi yang dirasakan masyarakat selama periode pengamatan tersebut. Sebaran episenter juga masih berada dalam kategori normal untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Baca Juga: Semen Padang FC Dibantai Persik Kediri 0-3, Jose Enrique Cetak Brace
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait isu gempabumi.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi BMKG untuk mendapatkan perkembangan aktivitas seismik yang akurat, khususnya di wilayah Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison