Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jaga Kelestarian Tradisi Minangkabau, Museum Adityawarman dan DPRD Sumbar Gelar Bimtek

Randi Zulfahli • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:19 WIB
Dinas Kebudayaan Sumbar melalui UPTD Museum Adityawarman gelar bimtek peran tokoh adat dalam menjaga budaya Minang di Hotel Rocky Padang, Kamis (14/5/2026). (Randi/Padek)
Dinas Kebudayaan Sumbar melalui UPTD Museum Adityawarman gelar bimtek peran tokoh adat dalam menjaga budaya Minang di Hotel Rocky Padang, Kamis (14/5/2026). (Randi/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM—Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Adityawarman menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) pelestarian adat dan budaya Minangkabau selama tiga hari di Hotel Rocky Padang. Program yang berlangsung pada 12-14 Mei 2026 ini melibatkan 300 peserta dari berbagai kalangan masyarakat Kota Padang.

Kepala Museum Adityawarman, Dr. Tuti Alawiyah, SE, S.Pd.I, MA, yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri, S.P, M.M, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh urgensi memperkuat peran strategis tokoh adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. 

"Tokoh adat memiliki fungsi vital sebagai penjaga wilayah, norma, dan tatanan adat yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Tuti, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, keberadaan tokoh adat sangat dibutuhkan dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat karakter masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

Baca Juga: Tanahdatar Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, 111 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor

Program Bimtek ini diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya tokoh adat dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau serta memperkuat sinergitas antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat.

Tuti Alawiyah menyampaikan terima kasih kepada Gustami Hidayat atas inisiatifnya. "Ini sudah kolaborasi kami yang kedua tahun. Mudah-mudahan terus berlanjut untuk tahun berikutnya karena kami merasa sangat terbantu dengan adanya Pokir ini," ucapnya.

Program yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Museum Adityawarman ini merupakan realisasi dari Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Gustami Hidayat, sebagai bentuk perhatian terhadap kelestarian adat dan kebudayaan masyarakat.

Baca Juga: Pertamina Tambah 709 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sumbagut Saat Libur Panjang 2026

Kegiatan dilaksanakan dalam tiga angkatan dengan masing-masing angkatan diikuti 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Angkatan pertama yang berlangsung pada 12 Mei mengangkat tema "Pemantapan Adat Budaya Minangkabau untuk Generasi Muda" dengan menghadirkan para Bundo Kanduang. Angkatan kedua pada 13 Mei fokus pada "Peserta Generasi Muda Minangkabau", sedangkan angkatan ketiga pada 14 Mei membahas "Peran Tokoh Adat dalam Menjaga Budaya Minang" yang diikuti tokoh-tokoh adat Minangkabau.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Gustami Hidayat, S.Pt., M.P, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. "Hari pertama kita menghadirkan Bundo Kanduang untuk membahas peran mereka dalam menjaga adat Minangkabau. Bundo Kanduang adalah tiang penyangga 'limpaleh rumah nan gadang', sehingga peran mereka bukan hanya sebagai ibu, tetapi juga penjaga marwah adat Minangkabau di rumah tangga dan lingkungan," katanya.

Baca Juga: Puluhan Ribu Suporter Iran Lepas Timnas ke Piala Dunia 2026 di Tengah Isu Visa ke AS

Gustami menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam program ini. Ia mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi generasi muda saat ini yang cenderung lebih asyik dengan teknologi digital sehingga interaksi sosial dan pemahaman mereka tentang adat Minangkabau mulai memudar. 

"Generasi muda kita ternyata tidak mengetahui lagi adat dan tradisi Minang. Karena itu, kita hadirkan 100 generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, dengan harapan mereka menjadi pelopor pelestarian adat Minangkabau," tuturnya.

Politikus Partai ini juga menegaskan komitmen DPRD Sumbar dalam menjaga kelestarian budaya Minang melalui kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan.

Baca Juga: Pertamina Tambah 709 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sumbagut Saat Libur Panjang 2026

"Kami di DPRD Sumbar sangat peduli untuk memelihara adat Minangkabau. Makanya saya terus bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dalam rangka menjaga marwah adat dan budaya Minang," jelasnya.

Program Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang peran strategis tokoh adat dalam masyarakat Minangkabau, memperkuat kelestarian adat dan budaya lokal, menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

Gustami berharap program ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya Minang.

Baca Juga: 2.053 Warga Tak Lagi Terisolasi, Lubang Mirip Sinkhole Belum Ditimbun, DPRD Kritik Kinerja BPBD

"Pada saat perkembangan teknologi semakin canggih, adat Minang tidak boleh lekang dan hilang. Kegiatan budaya Minang harus terus digalakkan di lingkungan masing-masing agar generasi muda bangga lahir sebagai orang Minangkabau," pungkasnya.

Program Bimtek ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memastikan adat dan tradisi Minangkabau tetap terjaga dan terpelihara di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#tradisi Minangkabau #dprd sumbar #bimtek #museum adityawarman