PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencatat penurunan jumlah penumpang sekitar 12 persen dalam beberapa waktu terakhir. Mahalnya harga tiket pesawat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi turunnya minat masyarakat menggunakan transportasi udara.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan kenaikan tarif penerbangan berkaitan dengan meningkatnya biaya operasional maskapai, terutama akibat harga avtur dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
"Saat ini memang terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 12 persen. Kenaikan nilai tiket pesawat memang merupakan salah satu indikator penyebab turunnya jumlah penumpang pesawat saat ini," ujar Dony, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Pohon Tumbang di Jalan Padang-Painan Km 17, BPBD Padang Gerak Cepat Bersihkan Jalur
Biaya Operasional Maskapai Meningkat
Dony menjelaskan, tingginya harga tiket membuat sebagian masyarakat mulai mengurangi perjalanan udara atau beralih ke moda transportasi darat yang dinilai lebih hemat.
Selain dipengaruhi harga avtur, industri penerbangan juga menghadapi kenaikan biaya sewa pesawat, suku cadang, perawatan armada, dan asuransi yang sebagian besar menggunakan mata uang dolar AS.
Kondisi tersebut mendorong maskapai melakukan penyesuaian tarif agar operasional tetap berjalan. Namun, di sisi lain, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat permintaan perjalanan udara ikut menurun.
Berdampak pada Pariwisata Sumbar
Penurunan jumlah penumpang mulai terasa di sejumlah rute domestik dari dan menuju Sumatra Barat. Tingkat keterisian kursi pada beberapa penerbangan tercatat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Situasi ini juga berpotensi memengaruhi sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah karena transportasi udara masih menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Dony berharap kondisi industri penerbangan segera membaik sehingga trafik penumpang dapat kembali meningkat.
"Kami berharap kondisi ini bisa membaik sehingga trafik penumpang kembali tumbuh dan konektivitas penerbangan tetap terjaga, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat," katanya.(*)
Editor : Hendra Efison