Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembangunan Solok Selatan 2026 Diperkuat Rp80,9 Miliar TKD, Jalan Abai–Sungai Dareh Mulai Dikerjakan

Hendra Efison • Selasa, 9 Juni 2026 | 21:12 WIB
INFO GRAFIS
INFO GRAFIS

SOLOK SELATAN, PADEK.JAWAPOS.COM – Pembangunan Solok Selatan mendapat penguatan dukungan anggaran pada 2026 melalui tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp80,9 miliar dari pemerintah pusat. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengalokasikan sekitar Rp7,4 miliar untuk sejumlah program prioritas, termasuk pembangunan Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang dipimpin langsung Bupati Khairunas di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Padang, Selasa (9/6/2026).

Menurut Arry, dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi juga terus mendorong sinkronisasi program pembangunan antara kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat agar hasil yang dicapai lebih optimal.

Arry menjelaskan sejumlah kegiatan pembangunan yang sudah berjalan di Solok Selatan melibatkan berbagai perangkat daerah provinsi. Program tersebut mencakup sektor pendidikan, jalan dan jembatan, sumber daya air, pangan, serta perkebunan dan hortikultura.

Baca Juga: 5 Pemain Asia Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia, Ada Park Ji-sung dan Tim Cahlil

Salah satu program prioritas yang mulai dikerjakan tahun ini adalah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp4,3 miliar. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas wilayah.

“Pembangunan ruas jalan ini kita mulai sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ke depan, ruas ini akan menjadi salah satu prioritas pembangunan guna meningkatkan konektivitas Solok Selatan dengan daerah sekitarnya,” kata Arry.

Pembangunan Solok Selatan Fokus pada Jalan dan Irigasi

Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi sejumlah jaringan irigasi. Program tersebut mencakup rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, jaringan irigasi Bandar Bangko, serta jaringan irigasi Sawah Padang.

Menurut Arry, perbaikan infrastruktur irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Solok Selatan. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Harga TBS Dharmasraya Tembus Rp3.855 per Kg, Selisih Antar PKS Rp605 Bisa Tambah Pendapatan Petani Jutaan Rupiah

Ia menambahkan masih terdapat sejumlah program lain yang tersebar di berbagai sektor pembangunan. Secara akumulatif, total alokasi anggaran pembangunan dari pemerintah provinsi untuk Solok Selatan mencapai sekitar Rp7,4 miliar pada tahun berjalan.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerahnya. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk mempercepat pembukaan akses wilayah yang selama ini masih menjadi kebutuhan masyarakat.

Khairunas berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Ia menilai ruas tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Gerakan PKK Tanahdatar 2026, Lise Eka Putra Dorong Pemilahan Sampah Rumah Tangga untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Pemulihan Pascabencana dan Arah Pembangunan 2027

Dalam pertemuan itu, Arry juga memaparkan kondisi Sumbar pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.

Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp33,55 triliun.

Sementara itu, kebutuhan anggaran pemulihan mendesak tercatat sebesar Rp21,44 triliun. Untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah pusat telah menyatakan komitmen pendanaan sekitar Rp18 triliun yang akan disalurkan secara bertahap pada periode 2026 hingga 2028.

Arry menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar saat ini juga mulai menyiapkan akselerasi pembangunan tahun 2027 bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

Langkah tersebut dilakukan melalui harmonisasi program agar pembangunan berjalan lebih efektif dan saling mendukung.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Sukrosa di Tengah Tantangan Stunting dan Obesitas Anak

Menurutnya, tema pembangunan Sumbar tahun 2027 adalah “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial dan Ketahanan Pangan”. Tema tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program prioritas seperti peningkatan produktivitas pertanian, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Arry menegaskan pemerintah provinsi akan terus memfasilitasi kebutuhan pembangunan seluruh daerah di Sumatera Barat. Berbagai usulan yang diajukan pemerintah kabupaten dan kota akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia guna mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sumbar.(*)

Editor : Hendra Efison
#Pembangunan Solok Selatan #Jalan Abai Sungai Dareh #anggaran Solok Selatan 2026 #infrastruktur Solok Selatan #rehabilitasi irigasi Sumbar