Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cuaca Maritim Sumbar 14-17 Juni 2026, BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Mentawai

Randi Zulfahli • Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:25 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem di laut. BMKG Maritim Teluk Bayur mengingatkan potensi gelombang hingga 2,5 meter dan hujan petir di sejumlah perairan Sumbar pada 14-17 Juni 2026.
Ilustrasi cuaca ekstrem di laut. BMKG Maritim Teluk Bayur mengingatkan potensi gelombang hingga 2,5 meter dan hujan petir di sejumlah perairan Sumbar pada 14-17 Juni 2026.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM Cuaca Maritim Sumbar pada periode 14 hingga 17 Juni 2026 berpotensi dipengaruhi gelombang laut setinggi 2,5 meter, hujan petir, serta kabut yang dapat mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah perairan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur meminta nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa perairan meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan kondisi cuaca laut di Sumatera Barat masih berpotensi menghadirkan fenomena yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama di kawasan Kepulauan Mentawai dan perairan barat Sumatera.

“Potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat berlaku selama periode 14 hingga 17 Juni 2026. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa perairan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG dan memastikan kondisi cuaca mendukung sebelum melakukan aktivitas di laut,” kata Sahat, Sabtu (13/6/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada awal periode didominasi langit berawan hingga hujan petir di sejumlah perairan. Selain itu, kecepatan angin yang mencapai 13 knot berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah.

Gelombang 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Mentawai

Pada periode 14 Juni pukul 07.00 WIB hingga 15 Juni pukul 06.00 WIB, hujan petir diprakirakan terjadi di perairan Agam-Pasaman Barat, Padangpariaman, Padang, Timur Siberut, Timur Sipora, dan Barat Siberut.

Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di wilayah perairan Pesisir Selatan, Timur Pagai, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan antara 2 hingga 13 knot.

BMKG mencatat potensi gelombang mencapai 2,5 meter di perairan Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Wilayah-wilayah tersebut menjadi area yang perlu mendapat perhatian khusus dari pengguna kapal berukuran kecil hingga sedang.

Memasuki periode kedua pada 15 hingga 16 Juni 2026, kondisi cuaca laut tidak mengalami perubahan signifikan. Hujan petir masih berpotensi terjadi di kawasan Timur Pagai dan Barat Pagai.

BMKG Ingatkan Potensi Kabut Ganggu Pelayaran

Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi kabut yang dapat mengurangi jarak pandang di laut. Pada periode kedua, kabut diprakirakan muncul di wilayah Barat Siberut dan Barat Sipora.

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko navigasi bagi kapal yang melintas, terutama pada malam hingga pagi hari. Karena itu, nakhoda kapal diminta memastikan seluruh perangkat navigasi berfungsi optimal sebelum berlayar.

Pada periode 15 hingga 16 Juni, angin bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 2 hingga 6 knot. Meski kecepatan angin cenderung menurun, area yang berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter justru meluas.

Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

Pasang Surut dan Imbauan bagi Nelayan

Selanjutnya, pada periode 16 hingga 17 Juni 2026, kondisi cuaca mulai membaik di sebagian wilayah dengan dominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, BMKG memperkirakan potensi kabut akan meluas ke perairan Agam-Pasaman Barat, Padangpariaman, Timur Siberut, Timur Sipora, Barat Siberut, dan Barat Sipora.

Meski angin berbalik dari arah timur dengan kecepatan lebih rendah, potensi gelombang setinggi 2,5 meter masih terpantau di wilayah Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga merilis informasi pasang surut laut untuk 14 Juni 2026. Pasang laut diperkirakan terjadi pada pukul 04.00–08.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB, sedangkan surut laut berlangsung pada pukul 11.00–13.00 WIB serta 22.00–24.00 WIB.

Informasi tersebut menjadi acuan penting bagi nelayan tradisional dan operator kapal kecil saat menentukan waktu berlayar maupun bersandar di pelabuhan.

BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau seluruh pengguna jasa perairan untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Langkah tersebut dinilai penting guna mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pelayaran di perairan Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
#BMKG Teluk Bayur #cuaca laut Sumbar #cuaca maritim Sumbar #perairan Mentawai