PADEK.JAWAPOS.COM – Cuaca Sumbar dalam sepekan ke depan masih berpotensi mengalami fluktuasi dengan peluang hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padangpariaman mengimbau masyarakat, terutama wisatawan yang memanfaatkan libur pergantian tahun ajaran baru, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Aulia Rinadi, mengatakan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih tergolong tinggi meskipun secara klimatologis beberapa daerah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang masih aktif di wilayah Sumatera Barat.
Faktor tersebut meliputi Gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin, serta anomali suhu muka laut yang lebih hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatera Barat.
“Faktor-faktor ini meningkatkan suplai uap air secara signifikan ke atmosfer sehingga peluang terbentuknya awan hujan masih cukup tinggi,” kata Aulia, Senin (22/6/2026).
Meski BMKG tidak memprediksi hujan dengan kategori sangat lebat dalam periode tersebut, masyarakat tetap diminta waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang berpotensi memicu gangguan aktivitas dan bencana lokal.
Cuaca Sumbar Berpotensi Hujan di Sejumlah Daerah
BMKG mencatat beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Pada Senin (22/6), potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Kemudian pada Selasa (23/6), kondisi serupa berpotensi terjadi di Solok Selatan dan Limapuluh Kota. Sementara pada Rabu (24/6), peringatan waspada berlaku untuk Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Pasaman.
Aulia menjelaskan secara umum kondisi cuaca di Sumatera Barat masih didominasi hujan ringan. Namun, intensitas hujan dapat meningkat sewaktu-waktu menjadi kategori sedang di sejumlah kabupaten dan kota.
Untuk wilayah pesisir barat seperti Kota Padang dan Kota Pariaman, cuaca diprakirakan relatif kondusif.
Kondisi cerah berawan berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, sedangkan hujan ringan lebih berpeluang turun pada malam hingga dini hari.
Sementara itu, kawasan dataran tinggi seperti Bukittinggi, Padangpanjang, dan Tanahdatar diprakirakan mengalami cuaca yang bervariasi mulai dari cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi muncul pada sore hari di sejumlah lokasi.
Wisatawan Diminta Waspadai Galodo dan Longsor
BMKG mengingatkan wisatawan yang mengunjungi objek wisata alam untuk tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.
Imbauan ini terutama ditujukan bagi pengunjung kawasan air terjun, pemandian alam, dan lokasi wisata yang berada di sepanjang aliran sungai.
Aulia menjelaskan ancaman galodo atau banjir bandang tetap perlu diwaspadai meskipun cuaca di lokasi wisata terlihat cerah.
Hujan deras yang terjadi di daerah hulu sungai dapat memicu aliran air besar yang datang secara tiba-tiba ke wilayah hilir.
“Karakteristik utama banjir bandang di Sumatera Barat adalah datang sangat cepat serta membawa material lumpur, batu dan batang pohon dari hulu sungai,” ujarnya.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan seperti Bukittinggi, Padangpanjang, dan wilayah dataran tinggi Solok juga perlu mewaspadai potensi tanah longsor, pohon tumbang, serta kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang.
Menurut BMKG, suhu udara di kawasan tersebut berkisar antara 17 hingga 23 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 98 hingga 99 persen. Kondisi itu memungkinkan kabut tebal muncul secara mendadak, terutama pada sore dan malam hari.
Pantai dan Perairan Juga Perlu Diwaspadai
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berwisata ke pantai-pantai di Kota Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, maupun yang hendak menyeberang ke pulau-pulau di Kepulauan Mentawai agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat.
Potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, wisatawan dan pelaku transportasi laut diminta memantau informasi terbaru dari BMKG sebelum melakukan perjalanan.
Selain mengantisipasi hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, serta sambaran petir.
Pengendara kendaraan bermotor diimbau tidak berteduh di bawah pohon maupun bangunan yang rapuh saat hujan disertai angin kencang.
BMKG Minangkabau mengajak masyarakat rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal selama masa libur sekolah berlangsung.(*)
Editor : Hendra Efison