Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertamina Tambah 17 Mobil Tangki, Distribusi BBM Sumbar Dikebut Imbas Gangguan Jalur Logistik

Hendra Efison • Kamis, 9 Juli 2026 | 20:59 WIB
Ilustrasi perbaikan ruas jalan vital menjadi salah satu penyebab terkendalanya distribusi BBM di Sumatera Barat. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi perbaikan ruas jalan vital menjadi salah satu penyebab terkendalanya distribusi BBM di Sumatera Barat. (Ilustrasi AI)

PAYAKUMBUH, PADEK.JAWAPOS.COM– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan BBM di Sumatera Barat tetap tersedia meski distribusi menghadapi hambatan akibat sejumlah pekerjaan infrastruktur di jalur menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung. Untuk menjaga kelancaran penyaluran, Pertamina mengoperasikan terminal selama 24 jam dan menambah 17 armada mobil tangki sejak 3 Juli 2026.

Langkah tersebut dilakukan menyusul melambatnya distribusi BBM ke sejumlah SPBU akibat rehabilitasi Jembatan Bukit Putus, pekerjaan pengaspalan di kawasan Lembah Anai dengan sistem buka tutup, perbaikan jalan di Nagari Talang, hingga kepadatan lalu lintas di Sitinjau Lauik.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan berbagai kendala di jalur distribusi memang berdampak pada bertambahnya waktu tempuh armada mobil tangki menuju SPBU.

Meski demikian, ia menegaskan Pertamina terus mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Distribusi Dipercepat, Terminal Beroperasi 24 Jam

Sebagai upaya percepatan, IT Teluk Kabung kini beroperasi selama 24 jam penuh untuk mempercepat proses pemuatan dan pengiriman BBM ke seluruh wilayah layanan di Sumatera Barat.

Selain menambah jam operasional terminal, Pertamina juga mengerahkan 17 mobil tangki tambahan guna memperkuat kapasitas distribusi di tengah meningkatnya waktu perjalanan armada.

Pertamina turut berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kepolisian Daerah Sumatera Barat, dan instansi terkait untuk mengatur prioritas perjalanan kendaraan pengangkut BBM maupun LPG.

Dukungan pengawalan kepolisian bagi mobil tangki yang melintasi kawasan rehabilitasi Jembatan Bukit Putus di Kecamatan Bungus juga dilakukan agar distribusi energi tetap berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.

Menurut Fahrougi, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Pertamina memastikan pemantauan distribusi dilakukan secara intensif dengan terus berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kendala di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena stok energi di Sumatera Barat dalam kondisi aman dan terus disalurkan.

Sebelumnya diberitakan, antrean panjang kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kota Payakumbuh, terutama untuk BBM jenis Bio Solar dan Pertalite.

Antrean terlihat di SPBU Ngalau, Koto Nan Ampek, hingga Parit Rantang sejak awal pekan. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya kelangkaan pasokan di tengah meningkatnya waktu distribusi menuju sejumlah SPBU.

Pertamina menegaskan keterlambatan distribusi dipengaruhi kondisi lalu lintas dan pekerjaan infrastruktur pada sejumlah jalur utama logistik, bukan karena berkurangnya ketersediaan pasokan BBM di Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
#Bio Solar #pertalite #Pertamina Patra Niaga #Distribusi BBM Sumbar #IT Teluk Kabung